Harga Turun, Petani Jagung di Dairi Minta Pemerintah Memberi Solusi

Harga Turun, Petani Jagung di Dairi Minta Pemerintah Memberi Solusi

Foto: Ilustrasi Petani Panen Jagung

Sipayo.com – Harga jual jagung yang menurun dalam beberapa bulan terakhir membuat petani di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi mengeluh. Dengan kondisi tersebut, petani pun meminta pemerintah memberi solusi terkait penurunan harga komoditas tersebut.

“Kami masyarakat petani jagung sedang resah karena penurunan harga jagung yang berkepanjangan dalam beberapa bulan terakhir. Apalagi sekarang sedang musim panen raya jagung di daerah ini. Dengan turunnya harga ini tentu saja merugikan kami kalang petani. Semoga pemerintah dapat mencari solusi terkait permasalahan ini,” ujar Cinor Kaban salah seorang petani jagung di Kecamatan Tanah Pinem.

Dia menuturkan, harga jagung saat ini di tingkat petani berada pada kisaran Rp2600 hingga Rp2800 pe kilogram. Menurut Cinor, harga wajar jagung untuk untuk tingkat petani, seharunya Rp3200 – Rp3500 per kilogram.

“Ongkos menanam jagung rata-rata Rp1900 per kilogram mulai dari masa persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen. Dengan harga yang sekarang petani hanya mendapatkan untung 700-900 per kilogram,” ujarnya.

Cinor menambahkan, masing-masing petani hanya memiliki lahan rata-rata 1 hektar per rumah tangga. Dengan lahan seluas tersebut, petani dapat menghasilkan 7-8 ton jagung.

“Petani hanya memperoleh keuntungan bertani jagung Rp5 juta hingga Rp7 juta setiap kali panen jagung. Untuk di daerah ini, masa tanam hingga panen jagung membutuhkan waktu 6 bulan. Sehingga petani hanya mendapatkan penghasilan Rp800-1,2 juta per bulan,” ujarnya.

Dengan pendapatan Rp800 – 1,2 juta perbulan, maka penghasilan yang sedemikian tidak mencukupi kehidupan sehari-hari, apalagi uang ini juga akan digunakan untuk biaya sekolah anak-anak.

“Pendapatan sedemikian untuk setiap rumah tangga tidak mencukupi karena perlu juga sebagai biaya menyekolahkan anak-anak,” ujarnya.