Alamak! Pejabat Aceh Ternyata Ada yang Pakai Jasa PSK Online yang Masih Berstatus Mahasiswi

Alamak! Pejabat Aceh Ternyata Ada yang Pakai Jasa PSK Online yang Masih Berstatus Mahasiswi

Foto:  PSK Online yang Masih Berstatus Mahasiswi (Net)

Sipayo.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengungkap praktik prostitusi online di wilayah kota tersebut. Dalam penangkapan itu polisi menagamankan seorang mucikari dan tujuh wanita yang rata-rata masih menyandang status mahasiswa yang diduga pekerja seks komersial (PSK).

Diduga pengguna PSK ini dari berbagai kalangan, termasuk dari pejabat di Tanah Rencong. Germo PSK online, MRS (28) mengaku, ada beberapa pejabat di Aceh yang pernah memesan PSK pada dirinya. Beberapa pejabat tersebut ada yang dia kenal secara dekat, meski MRS tidak mengetahui jabatan pejabat tersebut di kantornya.

“Pasti banyak yang mesan. Kebanyakan yang order ini mereka yang punya banyak duit. Hampir semua kalangan ada termasuk pejabat, tapi saya tidak tau apa jabatan pejabat tersebut,” kata MRS saat ditemui wartawan di Mapolresta Banda Aceh, Senin (26/3/2018).

Lima PSK itu di antaranya berstatus mahasiswi. Menurut MRS, tarif mereka bervariasi antara Rp 1,7 juta hingga Rp 3 juta. Lokasi transaksi di sejumlah hotel di seputaran Banda Aceh. Untuk tarif hotel, ditanggung oleh pemesan.

MRS merinci, kalangan pejabat di Aceh punya kriteria khusus saat memilih PSK. Mereka rata-rata memilih perempuan berkulit putih dan bersih. Pejabat yang menjadi pelanggannya itu pernah memesan pada 2016 silam.

“Kalangan pejabat memang tidak sering. Mereka biasanya kapan ada waktu senggang, (jumlahnya) antara tiga atau empat kali,” jelas MRS.

Dia mengaku sudah dua tahun menjadi germo. Perempuan yang dijajakannya itu rata-rata mahasiswi dan juga nyambi sebagai Sales Promosion Girl (SPG). Para wanita dalam jaringannya ini dikenalnya di sebuah tempat hiburan di Banda Aceh.

“Saya memilih begini karena faktor ekonomi. Perempuan-peremuan ini juga awalnya mengeluh soal biaya hidup. Pertama saya tidak mengajak mereka tapi mereka yang minta pekerjaan sama saya. Bahkan beberapa ada yang sudah duluan jadi PSK baru gabung sama saya,” ungkap MRS.

Ketujuh perempuan yang diciduk ini semuanya asal Aceh. Sementara germo berinisial MRS (28) asal Langkat, Sumatera Utara. Mereka ditangkap pada Rabu (22/3) kemarin sekitar pukul 23.00 WIB. Penangkapan berawal dari informasi yang diperoleh polisi dan kemudian dilakukan penyelidikan.

Terduga PSK yang diamankan ini yaitu AYU (28), CA (24), RM (23), DS (24), RR (21), IZ (23) dan MU (23). MRS dan AYU diciduk di sebuah hotel di kawasan Aceh Besar sementara lainnya dibeberapa tempat di Banda Aceh. Mereka ditangkap satu tim yang menyamar.