Heboh! Motor Astrea Grand Tahun 1991 Laku Rp75 Juta, Begini Pengakuan Sang Pemilik

Heboh! Motor Astrea Grand Tahun 1991 Laku Rp75 Juta, Begini Pengakuan Sang Pemilik

Foto : Astrea Grand Mencapai Rp 75 Juta

Sipayo.com – Honda Astrea Grand dipasaran sepeda motor bekas dibanderol Rp 3 jutaan. Tapi tidak untuk Honda Astrea Grand yang satu ini, mencapai puluhan juta.

seorang pemilik Honda Astrea Grand lansiran 1991 berhasil menjual motornya. Harga yang ditawarkan pun mengejutkan, mencapai Rp75 juta. Dengan kelir merah hati dan kondisi bodi, serta kaki-kaki yang masih mulus, motor bebek ini diduga baru yang tidak pernah terpakai.

Namun, rupanya motor tersebut hasil restorasi yang dikerjakan sendiri oleh sang pemilik, Zubastian. Sementara itu, untuk harga jualnya yang disebut dalam akun Instagram pribadinya @zubastian.rachman Rp80 juta itu ternyata laku Rp75 juta.

“Itu motor restorasi semua, spare part-nya saya ganti original. Saya beli motor itu dari tangan pertama di Tigaraksa, Tangerang, kondisinya masih bagus cuma bodinya sudah jelek,” ujar Zubastian, Senin 12 Maret 2018.

Lanjut dia, untuk sasis karena ada nomor rangka jadi hanya pengecatan ulang, sedangkan bodi belakang, sayap, spakbor, behel belinya di Indonesia dari situs jual beli online. Sementara itu, besi pegangan jok dan batok lampu depan dibelinya dari Malaysia.

“Swing arm, shock breaker depan belakang, lampu sein, jok original semua baru. Knalpot saya beli dari Jawa, masih ada tuh stiker hologram Honda di pipa bawah, sampai kotak kunci busi saya beli baru lagi dan bolham lampu,” tuturnya.

Pun dapur pacunya, pria yang akrab di panggil Tian ini juga mengganti semua jeroan mesin 100cc racikan Honda ini. Menurutnya, karena sudah terlalu berumur, maka kompresi dinaikan dengan menggunakan piston standar oversize 25 original.

“Seher, ring seher, rante keteng, semua daleman mesin baru semua original semua. Pengapian juga baru semua, CDI, koil, dinamo starter baru. Sampai per standar samping dan baut-baut saja original saya ganti, dan mata kucing,” sambungnya.

Sedangkan untuk kaki-kaki, ukuran velg belakang diubah dari yang original. Untuk ukuran velg belakang dari 160 jadi 300, dan depan dari 140 jadi 250. Kata dia, makannya lebih terlihat kokoh dari standarnya dan ban depan belakang pakai IRC versi 1991 dengan kembang lurus.

Lantas, habis berapa uang untuk merestorasi motor bebek racikan sayap mengepak ini? “Total restorasi sampai Rp30 juta saya ngerjain sendiri, karena nunggu barang yang lama jadi proses pengerjaanya dua bulanan total pengerjaannya,” katanya.