Siapa yang Bertanggung Jawab Setelah 2 Warga Tewas Diserang Harimau di Riau?

Siapa yang Bertanggung Jawab Setelah 2 Warga Tewas Diserang Harimau di Riau?

Foto: Harimau Sumatera 

Sipayo.com – Dua warga di Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, bernama Jumiati dan Yusri tewas diserang harimau bernama Bonita. Konflik manusia versus harimau ini menunjukkan habitat satwa buas itu sudah rusak oleh perkebunan sawit dan hutan tanaman industri (HTI).

“Lanskap Kerumutan salah satunya terdiri atas Suaka Margasatwa (SM Kerumutan), berada di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir (Inhil). Luasannya sekitar 120 ribu hektare,” kata Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) Woro Supartinah dalam siaran tertulisnya, Selasa (13/3/2018).

Woro menjelaskan kematian Yusri dan Jumiati karena habitat harimau telah dirusak korporasi perkebunan sawit dan HTI di lanskap Kerumutan. Di dalam lanskap Kerumutan itu ada 15 korporasi HTI dan hak pungusahaan hutan serta 7 korporasi sawit.

Di dalam lanskap itu ada beragam flora dan fauna, di antaranya macan dahan, harimau Sumatera, termasuk monyet ekor panjang.

“Kematian Yusri dan Jumiati bukti bahwa korporasi HTI dan sawit, selain merusak hutan, juga merusak habitat harimau. Dampak konflik harimau tak bisa dihindarkan. Ini juga tanggung jawab pemerintah untuk memenuhi hak hidup sebagai hak asasi manusia,” kata Woro.

Karena itu, kata Woro, Jikalahari mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Gubernur Riau segera me-review amdal dan izin lingkungan korporasi HTI dan sawit di atas lanskap Kerumutan. KLHK harus membentuk tim untuk mengevaluasi tata kelola dan tata guna lahan lanskap Kerumutan.

“Mendesak BBKSDA Riau bekerja lebih responsif untuk menghentikan peredaran harimau di permukiman-permukiman warga dengan cara melakukan patroli mencegah harimau masuk ke hutan tersisa di lanskap Kerumutan,” kata Woro.

Sebagaimana diketahui, Jumiati tewas diserang Bonita pada 3 Januari 2018. Korban merupakan karyawan perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantation.

Korban selanjutnya, Yusri, juga tewas diserang Bonita pada Sabtu (10/3). Buruh bangunan ini merupakan korban kedua. Setelah membunuh Yusri, hingga kini Bonita belum bisa dievakuasi dari lokasi konflik.