Sosok Ilmuwan Hebat Abad 21, Stephen Hawking Meninggal Dunia

Sosok Ilmuwan Hebat Abad 21, Stephen Hawking Meninggal Dunia

Sipayo.com – Dunia sains berduka cita, sosok fisikiawan ternama, Stephen Hawking dikabarkan meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kabar meninggalnya salah satu sosok tokoh sains Abad ke-21 itu pun telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.

“Kami sungguh sedih bahwa ayah kami yang tercinta telah meninggal dunia hari ini,” ucap anak-anak Hawking, Lucy, Robert dan Tim dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Press Association Inggris, seperti dilansir AFP, Rabu (14/3/2018).

“Dia seorang ilmuwan yang hebat dan pria luar biasa yang kinerja dan peninggalannya akan hidup untuk bertahun-tahun ke depan,” imbuh pernyataan itu.

Meski telah dikonfirmasi pihak keluarga terkait meninggalnya Hawking, namun hingga kini belum diketahui penyebab kematian sosok ilmuwan legendaris tersebut.

Fisikawan yang terkenal semenjak kisah hidupnya diangkat dalam film The Theory of Everything ini meninggal di usia 76 tahun. Dia baru saja merayakan ulang tahunnya pada 8 Januari lalu.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Hawking mengidap penyakit motor neuron sejak tahun 1963.

Meski menderita penyakit, Hawking tetap melanjutkan studinya di Cambridge University dan mengantarkannya sebagai salah satu fisikawan paling berpengaruh sejak masa Albert Einstein.

Stephen Hawking memiliki nama lengkap Stephen William Hawking. Dia lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris. Dari berbagai catatan biografi, Hawking dikenal sebagai seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge.

Ia dikenal dengan pemikiran-pemikirannya dalam bidang fisika kuantum, terutama teori mengenai kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam dan radiasi Hawking.

Tulisannya yang berjudul ‘A Brief History of Time’, masuk dalam best seller Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut.

Dia juga sempat menyusun buku berjudul ‘The Grand Design’ bersama Leonard Mladinow.

Hawking mengalami tetraplagia karena sklerosis lateral amiotrfik (ALS). Namun penyakit itu tak menghambatnya untuk berkarier dalam bidang ilmiah selama lebih dari 40 tahun.

Hawking dikenal sebagai seorang fisikawan dan ahli kosmologi di dunia.

Kisah hidupnya sempat diangkat ke dalam film layar lebar ‘The Theory of Everything’ yang dibintangi Eddie Redmayne pada tahun 2014.