Ini Rekam Jejak Maria Simorangkir, Gadis 16 Tahun yang Berhasil Juara Indonesian Idol 2018

Ini Rekam Jejak Maria Simorangkir, Gadis 16 Tahun yang Berhasil Juara Indonesian Idol 2018

Foto : Maria Simorangkir keluar sebagai juara Indonesian Idol 2018

Sipayo.com – Maria Simorangkir keluar sebagai juara Indonesian Idol 2018. Penyanyi 16 tahun itu berhasil mengalahkan perolehan suara Ahmad Abdul yang harus puas di tempat kedua.

Kemenangan sebagai juara Indonesian Idol 2018, tak lepas dari performa mengesankan Maria Simorangkir sejak awal kompetisi. Kontestan asal Medan itu menjadi kuda hitam di antara banyaknya calon bintang lain, seperti Bianca Jodie dan Marion Jola.

Maria Simorangkir berhasil membuka mata dunia dengan suaranya. Kini Maria jadi jawara Indonesian Idol musim ke 9. Selasa (24/4/2018) dinihari, Indonesia memilih Maria jadi idola baru di dunia musik tanah air.

Gadis berusia 16 tahun bernama asli Maria Dwi Permata Simorangkir ini menyandang gelar ini setelah mendapat vote terbanyak ketimbang Ahmad Abdul, pesaingnya asal NTT yang berdomisili di Bali pada babak grand final Indonesian Idol.

Ia terkejut bukan main saat Daniel Mananta, si pembawa acara, menyebut namanya sebagai juara. Mulut Maria terlihat menganga. Matanya melebar. Ahmad Abdul yang berada di sampingnya langsung senyum dan memeluk peserta dari Medan, Sumatera Utara itu.

Maria berhak mendapatkan satu unit mobil Mitsubishi dan Rp 150 juta. Tak hanya itu, ia juga dapat kesempatan rekaman di Universal Music Studio Indonesia.

Gadis berkulit eksotik ini lahir di Medan, Sumatera Utara, 7 Oktober 2001 (16 tahun). Dunia nyanyi bukan hal baru bagi Maria. Sejak usia 2,5 tahun sudah menunjukkan bakat jadi seorang menyanyi. Saat usia masih 12 tahun, Maria pernah mengikuti ajang Indonesian Idol Junior 2014 dan berhasil masuk 5 besar.

Ayahnya yang bernama Maringan Simorangkir dan Ibunya, Rohani Simanjuntak selalu tampak mendukung bakat putrinya sejak ajang Indonesian Idol Junior 2014. Maria adalah anak tunggal. Sejak kecil ia mengikuti berbagai les untuk mengembangkan bakatnya, mulai les vokal hingga les bermain musik.

“Aku sejak kecil, usia 2,5 tahun sudah ikut nyanyi di gereja, dan pada saat perayaan Natal pertama yang aku nyanyikan lagu Jingle Bells ,” ujarnya sambil tertawa.

“Ya, kalau kami di Medan, saat kecil, kan ada tuh sekolah minggu namanya, ya di situ tampak bakat menyanyi anak-anak. Selain di sekolah minggu, juga ada perayaan-perayaan tertentu yang bisa menunjukkan kebolehannya bernyanyi, seperti Natal,” ujar Judika menimpali ucapan Maria, saat ditanya Host Daniel soal talenta Batak yang rata-rata bisa bernyanyi.

Selain pintar berolah vokal, Maria juga mahir memainkan alat musik, di antaranya Piano, Gitar, dan Biola. Bakat dalam musik alumni dari SMP Santo Thomas I Medan ini diakuinya didapatkan dari sang Ayah yang memiliki hobi bernyanyi.

Maria juga mengikuti les piano. Setelah masuk SMP Santo Thomas I Medan, Maria dibimbing Miss Herlin Siboro untuk olah vokal sambil mengikuti bimbingan belajar untuk pengetahuan umum.

Selain itu, Maria juga dikenal sebagai pianis di Band Pengiring Kebaktian di Gereja HKBP Sei Putih Medan, Sumatera Utara. Aksi vokal Maria di panggung ajang pencarian bakat ini semakin hari semakin membuat jutaan mata terpesona. Dari Jarang Disorot Kamera Jadi Kuda Hitam

Menariknya, dulu nama Maria nyaris seperti tak diperhitungkan. Salah seorang netizen bahkan membeberkan bagaimana tidak adilnya perlakuan pada Maria. Maria seperti dipandang sebelah mata. Wajahnya jarang tersorot kamera seakan kalah dengan pesona peserta Indonesian Idol musim ke 9 lainnya.

Bentuk ketidakadilan ini dbeberkan seperti video audisinya tak diupload, jarang muncul di iklan. Namun Maria menunjukkan jika ia mampu bersaing menaklukkan kontestan lainnya. Kekuatan vokalnya seolah membuat seisi dunia membuka mata bahwa kualitas mengalahkan popularitas.

“Dulu Maria seperti diperlakukan kurang adil. Contoh: video audisinya tidak di-upload di youtube, Maria juga jarang disorot, durasi Maria di panggung bentar banget, Maria jarang muncul di iklan Indonesian Idol. Sedangkan kontestan yang lucu, imut, cantik, polos, banyak followers, banyak fans, selalu diutamakan. Heii, tapi lihat sekarang! Maria pelan-pelan mengubah itu semua. Dengan apa? Dengan kualitasnya. Semua perlakuan kurang adil yang diterimanya, tidak menjadikannya down. Ini yang aku suka dari gadis muda berprestasi ini. Dan kalian semua tahu kan, sekarang semua juri menyukai Maria, banyak masyarakat Indonesia dan luar negeri yang mengagumi dan mendukung Maria. Itu semua karena KUALITAS, bukan POPULARITAS. Maria belum memiliki popularitas dulunya, tapi sekarang dia memilikinya. Popularitas yang diraih dengan kualitas, akan bertahan lebih lama. Jadi, bukan salah Maria dong kalau saat ini dia disukai banyak orang, kalau dia seperti dianakemaskan oleh para juri. Maria pantas menerimanya. SANGAT PANTAS!” tulis Murni Dudidam.

Ini mulai ditunjukkan di Top 4 dan lolosnya ke Top 3, Maria terlihat sangat luwes dalam beraksi di panggung dibandingkan peserta Indonesian Idol 2018 lainnya. Maia Estianty, salah satu juri Indonesian Idol pun bahkan merangkum rekam jejak Maria menjadi Idola Indonesia.

“Saya mau merangkum perjalanan Maria, tapi kamu beruntung sekali berkolaborasi dengan Sandhy yang juara dunia,” kata Maia.

Maia mengatakan adalah kuda hitam yang melesat saat banyak kritik justru semakin bagus.

“Maria adalah kuda hitam, dikritik, semakin kemari, semakin mampu, semakin bagus,” lanjut Maia.

Suara merdu ditunjang teknik vokal Maria Simorangkir sempat membuat Loren Allred, penyanyi asli lagu berjudul Never Enough yang dinyanyikan Maria terpukau. Bahkan Maria sempat kaget dan seolah tidak percaya saat dapat surprise saat teleconference dengan Loren Allred

“Aku nggak percaya kamu 16 tahun. Penampilanmu telah membuat aku terpukau dengan suara Maria yang luar biasa,” tutur Loren Allred dari sambungan telepon saat diwawancarai host Daniel Mananta.

Mendapat perhatian lebih dari penyanyi aslinya, Daniel lantas menanyakan bagaimana bisa Loren Allred ngeh dengan kehadiran Maria, terlebih dalam mencover lagunya di ajang menyanyi tersebut.

“Nggak ngira ternyata lagunya banyak dinyanyiin seluruh dunia, lagu tersebut jadi besar dan saya tak menyangka, semua orang menyanyikannya sepanjang hari.

“Lagu ini punya tingkat kesulitan yang tinggi mulai dari nada terendah sampai yang paling tinggi.

“Aku menyaksikan di Instagram, dari Indonesia ada banyak sekali orang yang ngetag tentang performance Maria. Mereka menyebut nama Maria berkali-kali dan aku menyadarinya,” katanya panjang lebar.

Tak ada yang perlu dikritik dari penampilan Maria, sehingga Loren Allred hanya berpesan agar kontestan asal Medan itu sanggup mmpertahankan kemampuan menyanyi terbaiknya.

Maria kembali dibuat kaget saat sang idola yang mengisnpirasinya mengaku kagum bahkan menangis mendengar suaranya. Penyanyi ini adalah Anggun C Sasmi.

“Kak Anggun menginpirasi aku juga, salah satunya lagunya Mimpi,” lanjut Maria.

Ya, Maria mengidolakan penyanyi Anggun C Sasmi.

Maria kemudian menyanyikan lagu Mimpi milik Anggun C. Sasmi. Bahkan Anggun melalui sambungan telepon mengucapkan kekagumannya pada Maria.

“Merinding sendiri dengar Maria nyanyi, aku kepengin banget lihat dia di sana. Lihat nyanyi dia di depan mata, mungkin aku bisa menangis,” kata Anggun di ujung telepon.

“Suaranya powerfull sekali,” pungkas Anggun.