Dansatgas Penanganan Bencana Sinabung Serap Aspirasi Warga Terdampak Lahar Dingin

Dansatgas Penanganan Bencana Sinabung Serap Aspirasi Warga Terdampak Lahar Dingin

Sipayo.com – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0205/Tanah Karo dipimpin Dandim Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara yang juga menjabat Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tanggap Darurat Penanganan Bencana Erupsi Sinabung, tinjau dan serap aspirasi masyarakat terdampak lahar hujan (lahar dingin, red) di Desa Perbaji Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Selasa (22/5).

Pantauan wartawan, tampak hamparan areal yang dipenuhi bebatuan besar dan material pasir membentangi kawasan yang dulunya merupakan persawahan masyarakat. Tampak juga kenderaan alat berat yang menambang material yang dibawa aliran lahar dingin.

Dalam pertemuan dengan sejumlah warga di areal jalur laharan, perwakilan masyarakat Desa Perbaji, Jakub Pelawi (53) dan Wahyu Tarigan (30) mengatakan, sebelumnya mereka berprofesi sebagai petani padi di areal lahan 10 hektare yang saat ini sudah rusak ditimbun gerusan material bebatuan  lahar dingin dari puncak Gunung Sinabung.

Oleh sebab itu, lanjut mereka, bekerja sebagai buruh tani di perladangan warga lain terpaksa dilakukan untuk memenuhi nafkah keluarga dan untuk biaya pendidikan anak sekolah.

“Sebelum terjadi bencana sinabung dan aliran lahar dingin merusak persawahan, kami sebagai petani padi makan beras sendiri. Namun, sekarang kami harus beli beras bulog. Dengan kedatangan pak Dandim kami bangga karena beliau masih memperhatikan nasib kami. Sebenarnya banyak keluh keluhan kami masyarakat desa ini tapi saya sudah bingung dan tak tau lagi mau ngomong apa,”ujar Jakub Pelawi terbata – bata.

Lebih lanjut dikatakan, dirinya pun berharap agar bencana erupsi Gunung Sinabung dapat segera berakhir. Karena, selain persawahan yang rusak, hasil pertanian lain seperti tanaman kopi dan alpukat juga sudah rusak semua akibat erupsi sinabung.

“Kebutuhan kami yang sangat mendesak dan kami minta kepada pemerintah adalah percepatan  pembangunan jembatan akses menuju dan keluar dari Desa. Sebab disaat terjadi laharan jembatan tersebut merupakan satu – satunya jalur akses evakuasi yang saat ini masih dikerjakan dan belum selesai –selesai juga,”imbuh Wahyu Tarigan.

Dansatgas Penanganan Bencana Erupsi Sinabung, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara kepada sejumlah wartawan di areal lahar dingin Desa Perbaji mengatakan, dirinya sangat sedih melihat kondisi masyarakat Desa Perbaji. Namun biar bagaimana hal tersebut adalah kehendak Tuhan dan manusia tidak dapat menentang kehendakNya.

“Tetapi kita berusaha keinginan – keinginan warga yang sudah berulang kali mereka sampaikan ini dapat segera terealisasi nyata. Saya akan berusaha sebagai penyambung lidah kepada pemerintah nanti. Terkait persawahan warga yang sudah rusak ini, mungkin untuk tanaman padi sudah tidak dapat ditanami lagi karena isinya sudah material batu. Mungkin batu – batu ini merupakan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bisa dijual. Nantinya untuk harga jual bisa dikomunikasikan dengan pemerintah,”katanya.

Pada kesempatan tersebut Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara juga menghimbau masyarakat agar cepat mengantisipasi bila cuaca sudah terlihat akan turun hujan dan terjadi lahar dingin. Terkait masukan mengenai percepatan pembangunan jembatan Desa Perbaji, pihaknya akan segera mengkomunikasikan dengan pemerintah.

“Selaku Danstagas, meskipun ini tidak masuk zona merah tetapi berada di jalur lahar dingin. Saya tidak mau ada korban. Jadi saya himbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di seputar jalur lahar dingin ini,”pungkas Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara.

Usai mendengar keluhan masyarakat di jalur lahar dingin, Dansatgas beserta sejumlah warga dan wartawan bergerak menuju tempat pembangunan jembatan jalur evakuasi warga Desa Perbaji yang hingga saat ini belum selesai pengerjaannya. (Ebn)