Kena Deh! Tukang Pijat Ini Dihukum Cambuk Karena Tak Tahan Godaan dan Raba Payudara Pasien

Kena Deh! Tukang Pijat Ini Dihukum Cambuk Karena Tak Tahan Godaan dan Raba Payudara Pasien

Foto: Ilustrasi Pelecehan Sexual

Sipayo.com – Seorang pemijat bernama Hu Xiong (35) di Singapura mendapat hukuman cambuk dan penjara setelah meraba payudara pelanggannya sebanyak 10 kali.

Diketahui, pelaku tersebut bersangkutan bekerja di Zufu Foot Reflexology di Singapura.

Hukuman dijatuhkan pada 14 Mei 2018 lalu. Kejadian pelecehan seksual dilakukan 19 Juli 2016 lalu.

Insiden berawal ketika seorang turis asal Jepang datang Zufu Foot untuk dipijat. Hu pun ditugaskan memijat korban.

Setelah memijat kepala dan bagian punggung korban, tiba-tiba pelaku mengusap payudara korban. Mengetahui tindakan tersebut dilakukan korban panik dan langsung meninggalkan kamar pijat.

Korban pun langsung memberi tahu pelecehan tersebut kepada resepsionis. Sayangnya, resepsionis tidak mengerti bahasa Inggris.

Malamnya, korban melaporkan kejadian kepada polisi. Segera setelah mendapat laporan, polisi langsung mengejar pelaku untuk diperiksa.

Pengacara Hu, Julian Lim, mengatakan tindakan itu dilakukan kliennya tanpa sengaja. Sebab, korban meminta dipijat seluruh badan. Selain itu, pelaku menderita gangguan kecemasan.

“Wanita itu juga tidak memberi tahu bahwa dia tidak merasa nyaman selama sesi pijat,” ucap Julian, seperti dikutip dari Strait Times, Rabu (16/5).

Jaksa Singapura, Kenneth Yap, menolak segala pembelaan pengacara. Dia menegaskan gangguan kecemasan atau alasan lain sama sekali tidak dibenarkan.

“Sebagai seorang profesional, kalian harus tahu bagaimana cara bekerja,” sebut Yap.

Rencananya, hukuman cambuk dan penjara akan dilakukan pada 21 Mei mendatang.

Hukuman cambuk berlaku di Singapura sejak abad ke-19. Aturan tersebut masih berlaku hingga kini meski mendapat tentangan dari PBB karena dinilai tidak sesuai HAM.