Video Oknum Polisi dan Warga Pukuli Pemuda di Aceh, Viral di Media Sosial

Video Oknum Polisi dan Warga Pukuli Pemuda di Aceh, Viral di Media Sosial

Foto: Potongan Video Pemuda di Aceh Dipukuli Polisi dan Warga

Sipayo.com – Beredar video yang menceritakan sepasang kekasih diamankan warga karena diduga berbuat mesum. Di Dalam video itu, si pria tampak dipukuli oleh seorang pemuda dan seorang oknum polisi. Polda Aceh sedang menelusuri kasus ini.

Video ini beredar viral di media sosial Facebook. Kejadiannya disebut-sebut di daerah Julok, Aceh Timur, Aceh.

“Kejadian lagi di Julok Aceh Timur ‘mesum’. Sangat disayangkan bulan suci yang ternoda, apa tanggapan kawan-kawan setelah melihat kejadian ini?” demikian keterangan pada video yang diunggah pada Minggu (27/5) tersebut.

Dalam video, terlihat seorang pemuda berkaus merah dan perempuan dikerumuni warga di sebuah tempat. Ada dua orang mendekat dan berbicara kepada pria itu. Sedangkan sang wanita berdiri tertunduk di belakang.

Tiba-tiba, ada seorang warga berlari dan menendang pria berkaus merah tersebut. Keriuhan pun terjadi. Kemudian tampak seorang oknum polisi datang. Dia terlihat menampar dan meninju perut pemuda berkaus merah ini.

Pemuda berkaus merah tersebut sampai terduduk setelah ditinju oknum polisi itu. Dia bahkan kembali ditendang pada wajahnya oleh seorang pemuda. Sejumlah warga tampak melerai. Oknum polisi ini kemudian kembali menampar dan menjedotkan kepala pemuda berkaus merah itu.

Di luar tempat itu, ratusan orang berkerumun melihat peristiwa itu. Sebagian warga menyoraki pasangan tersebut. Ada juga yang melarang agar pemuda berkaus merah itu tidak dipukuli.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar mengatakan polisi saat ini masih mengecek video viral itu. Misbahul mengaku belum mengetahui secara pasti lokasi kejadiannya dan seperti apa kebenarannya.

“Iya katanya di Julok, tapi nggak ada warga Julok yang lapor. Polres sedang ngecek ke lapangan,” kata Misbahul saat dimintai konfirmasi wartawan.

“(Video) beredar secara liar di medsos dan tidak ada yang bisa kasih data akurat di mana terjadinya dan siapa-siapa saja terlibat,” sambungnya. Dia belum menjawab saat ditanya soal adanya oknum polisi yang terekam video melakukan penganiayaan.