Tunjukkan e-KTP miliknya, Djarot  Sah Jadi Warga Medan

Tunjukkan e-KTP miliknya, Djarot  Sah Jadi Warga Medan

Foto: Djarot Tunjukkan e-KTP Miliknya

Sipayo.com – Cagub Sumut paslon no dua, Djarot Saiful Hidayat, sudah sah tercatat sebagai warga Kota Medan. Ini dibuktikan dengan e-KTP yang sudah keluar dari Disdukcapil dan ini ditunjukkan Djarot saat acara Dialog Publik bertajuk “Lebih Dekat Dengan Mas Djarot” di Hotel Candi Medan yang diselenggarakan Cendekia Kawan DJOSS, Kamis (7/6/2018) malam. “Baru selesai tadi (Kamis 7 Juni 2018), saya beserta istri dan anak-anak hijrah ke Medan,” terang Djarot sembari memperlihatkan KTP elektronik miliknya.

Tampak di e-KTP tersebut tercatat Djarot merupakan penduduk Jalan RA Kartini, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia. Letaknya persis samping pasar swalayan Berastagi. Namun Djarot dan istrinya Happy Farida belum akan menjadi pemilih pada Pilgubsu 27 Juni mendatang.

Merespon hijrahnya Djarot ke Medan, para pendukung DJOSS menyambut gembira. Seakan-akan hal tersebut merupakan tanda-tanda kemenangan di Pilgubsu. Mereka pun tampak berebutan mengambil foto KTP yang dipamerkan Djarot. Djarot sendiri memperlihatkan keyakinannya akan jadi pemenang bersama pasangannya Sihar Sitorus.

“Saya jalan kemana-mana auranya kok menang ya,” ujarnya.`

Selainnya menyatakan dirinya sudah menjadi warga Medan, dalam acara tersebut Djarot juga melakukan klarifikasi terkait berita yang beredar di media sosial yang mengatakan dia membagi-bagikan uang dan ditangkap oleh petugas kepolisian di Asahan. Mantan Gubernur DKI ini  mengatakan benar ada dia bertemu dengan sejumlah kepala desa yang tergabung di Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Asahan, belum lama ini. Cagubsu nomor urut 2 ini menjelaskan jika dia ingin mendengar langsung apa persoalan-persoalan yang ada di desa dan memberikan solusinya.

“Jadi, saya di sini ingin klarifikasi. Memang ada bertemu dengan asosiasi pemerintah desa, dalam perjalanan kembali ke Medan. Mereka kumpul. Kenapa saya mau bertemu? Supaya saya bisa mendengar, apa persoalan-persoalan yang ada di desa,” kata  Djarot Saiful Hidayat menjawab pertanyaan Sitanggang dalam acara dialog publik bersama Cendikia Kawan DJOSS, bertempat di Hotel Candi, Medan,

Menurut Djarot, seorang calon pemimpin mesti bersedia jadi pendengar yang baik. Dengan begitu, bisa mengetahui persoalan riil yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Masa gak bisa silaturahim? Kalau kita gak mau mendengar, gak mau ketemu, bagaimana kita bisa mengetahui persoalan riil di desa?” ujarnya

Jadi, sambung Djarot, dalam acara silaturahim itu sama sekali tidak ada kegiatan kampanye.

“Apalagi dituduh membagi-bagikan uang. Ini fitnah,” ucap Djarot.

Menurut calon gubernur yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur DR Sihar PH Sitorus ini, menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara ada pihak-pihak yang sudah panik sehingga nekat memutarbalikkan fakta.

Oleh sebab itu, ia telah memberikan kuasa kepada tim pengacara untuk mengadukan si pembuat berita hoax dan pihak-pihak yang terlibat menyebarkan luaskan berita hoax itu ke penegak hukum.

“Kawan-kawan sudah siapkan laporan pengaduan. Kita serahkan ke penegak hukum, biar kelihatan siapa yang berbohong,” tandasnya.