Masyarakat Lingga Muda Didampingi Walhi Laporkan Masalah Perambahan Hutan ke Polda Sumatera Utara

Masyarakat Lingga Muda Didampingi Walhi Laporkan Masalah Perambahan Hutan ke Polda Sumatera Utara
Foto : Masyarakat Lingga Muda Didampingi Walhi Melapor ke Polda Sumut
Sipayo.com – Masyarakat Lingga Muda, Kecamatan Lau baleng,  Kabupaten terus mencari keadilan terhadap kasus perambahan hutan lindung di deleng Tongkoh yang menyebabkan mata air warga desa Lingga Muda menjadi kering.
Dimana kali ini, masyarakat desa Lingga Muda didampingi oleh Walhi Sumatera Utara mengajukan pengaduan terkait dengan perambahan hutan lindung ini ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara.
Usai melaporkan kasus perambahan hutan tersebut ke Poldasu, perwakilan masyarakat Lingga Muda, Natanail Sukatendel mengatakan bahwa sebelum mereka sudah melaporkan kasus perambahan liar di deleng Tongkoh ini ke Polsek Lau Baleng dan Polres Tanah Karo.
“Dan hari ini kami melapor ke Polda untuk meminta pihak Kapolda menindak persoalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,”  ujar Natanail, Selasa (31/7/2018).
Terkait dengan pelaku pembalakan liar, Natanail mengungkapkan bahwa saat dia bersama dengan masyarakat Lingga Muda pernah memergoki 4 orang di lokasi pembalakan liar.
“Kita memergoki 4 orang yang mana diantaranya bukan orang asing bagi kami yakni JG yang merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Karo dan MG mantan kepala Desa Perbulan. Sementara 2 orang lainnya tidak kami kenal,” lanjutnya.
Natanail juga mengungkapkan bahwa akibat pembalakan liar yang luasnya sudah mencapai 20 ha ini juga menyebabkan desa Lingga Muda saat ini mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.
“Kekeringan ini diakibatkan pembalakan ini tepat di mata air desa Lingga Muda,” ujarnya.
Sementara itu Walhi Sumatera Utara yang diwakili oleh Golfrid Sianturi mengungkapkan bahwa pihaknya dalam hal menfasilitasi masyarakat Lingga Muda untuk melakukan koordinasi dengan Polda Sumatera Utara terkait dengan kasus pembalakan liar setelah laporan mereka sebelumnya ke Polres Tanah Karo belum menunjukkan hasil.
“Untuk itu kita tadi sudah sampaikan kepada pihak Polda Sumatera Utara untuk sama sama turun ke desa Lingga Muda pada hari jumat ini untuk melihat langsung lokasi pembalakan liar,” ujar Golfrid.
Golfried juga mengungkapkan bahwa kawasan hutan yang dirambah tersebut merupakan kawasan hutan lindung.
“Berdasarkan berkas yang kita miliki kawasan hutan tersebut juga merupakan hutan lindung. Oleh karena itu kita akan dorong Polda Sumut untuk segera menyelesaikan persoalan ini kedepannya,” tegasnya.