Menteri Sosial Serahkan Bantuan Rp6,9 Miliar Untuk Korban Erupsi Gunung Sinabung

Menteri Sosial Serahkan Bantuan Rp6,9 Miliar Untuk Korban Erupsi Gunung Sinabung

Foto: Menteri Sosial Idrus Marham dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana di Pendopo Bupati Karo

Sipayo.com – Korban erupsi Gunung Sinabung yang terhitung 7.690 warga di tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, kini pemerintah telah menyalurkan bantuan Jaminan Hidup melalui Kementerian Sosial. Diketahui, total bantuan yang disalurkan komensos mencapai Rp6.921.000.000.

Penyerahan bantuan itu disampaikan secara simbolis oleh Mensos Idrus Marham kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana di Pendopo Bupati Karo, Senin, 9 Juli 2018.

“Gunakan uangnya sebesar-besarnya untuk kepentingan keluarga. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban hidup dan ekonomi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung,” kata Idrus Marham kepada para penerima bantuan, Selasa (10/7/2018).

Mensos menjelaskan, penerima bantuan jaminan hidup korban bencana erupsi Gunung Sinabung ini merupakan bagian dari relokasi tahap 3 yakni di Siasor. Mereka adalah warga dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Simpang Empat terdiri dari Desa Jeraya, Desa Pintu Besi, Desa Tiga Pancur, Desa Kuta Tengah, Desa Sukanalu Teran; Kecamatan Namanteran terdiri dari dua desa yakni Sigarang-garang dan Kuta Gugung; serta Kecamatan Tiganderket di Desa Mardinding.

“Sejak 2014 hingga 2018 bantuan untuk korban erupsi Gunung Sinabung terus disalurkan secara bertahap. Hal ini sebagaimana yang dipesankan Presiden Joko Widodo agar kebutuhan rakyat terdampak erupsi menjadi prioritas. Perlindungan dan jaminan sosial korban menjadi perhatian serius Bapak Presiden,” tegas Mensos.

Idrus menyebutkan, bantuan untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara sejak 2014 hingga Juli 2018 mencapai Rp79.083.590.818. Bantuan tersebut terdiri atas bantuan Jaminan Hidup Rp12.070.980.000, bantuan Isi Hunian Tetap Rp4.434.000.000, Santunan Ahli Waris dan Luka Berat Rp250.000.000, bantuan Logistik Darurat Rp6.063.518.730, Bantuan Beras senilai Rp5.069.922.088, Bantuan Paket Sembako Rp249.800.000, Bantuan Program Penanggulangan Bencana Sosial Rp159.000.000, Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Rp25.650.930.000, dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera Rp25.135.440.000.

Bantuan tambahan lainnya adalah dua mobil angkutan anak sekolah, 24.000 kg ikan makarel, 250 paket sepatu anak sekolah, 250 paket seragam, tas dan alat tulis sekolah anak, serta 80 baju hangat dan 20 unit kursi roda.

Sekadar diketahui, Gunung Sinabung adalah gunung api strato tipe B. Untuk pertama kalinya, setelah lebih dari 400 tahun, terjadi letusan freatik pada 27 Agustus 2010. Erupsi Sinabung pada 2010 berlangsung dari Agustus hingga September.

Pada 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan terus menunjukkan aktivitas vulkanisnya hingga sekarang. Sejak saat itu, Gunung Sinabung diklarifikasikan ke dalam tipe A. Status Awas Sinabung pun ditetapkan sejak 2 Juni 2015 hingga kini.

Sejak 2013 hingga sekarang, gunung tersebut tercatat telah erupsi sebanyak 2.314 kali. Korban meninggal akibat erupsi sebanyak 28 jiwa serta korban yang terdampak langsung sebanyak 5.015 kepala keluarga (KK) atau 20.505 jiwa.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mengalami erupsi yang cukup besar pada Senin, 19 Februari 2018 pagi, pukul 08.53 WIB. Erupsi memunculkan semburan awan panas hingga mencapai 5.000 meter lebih. Awan yang keluar dalam erupsi tersebut juga menyebar hingga 4,9 km ke arah selatan dan mencapai 3,5 km ke arah timur dan tenggara.

Hasil gambar untuk Foto Gunung Sinabung

Foto: Gunung Sinabung

Dampak dari erupsi tersebut menyebar pada delapan kecamatan di Kabupaten Karo, di antaranya Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Namanteran, Kecamatan Payung, Kecamatan Tiganderket, Kecamatan Kutabuluh, Kecamatan Munte, Kecamatan Tigabinanga dan Kecamatan Juhar.

Selain itu, abu vulkanis juga menyebar ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Tidak ada korban jiwa akibat dampak erupsi terakhir.

Pemerintah pada saat ini berfokus pada relokasi tahap kedua yakni Relokasi Mandiri dan penuntasan relokasi tahap 3 yang saat ini masih berada di Hunian Sementara (Huntara). Rencananya relokasi tahap 3 ini akan di relokasi ke kawasan Relokasi Siosar.

“Pemerintah turun tangan dan memastikan setiap anak bangsa yang tertimpa masalah harus diberikan bantuan,” kata Mensos.