Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan Ikut Diamankan Oleh KPK

Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan Ikut Diamankan Oleh KPK

 

Foto: Gedung KPK

Sipayo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan OTT di Kota Medan. Kali ini, Penyidik KPK mengamankan 8 orang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Medan. Berdasarkan informasi yang diperoleh oleh awak media dari internal PN Medan, ada 4 orang hakim serta 2 panitera yang diamankan oleh penyidik KPK yang mana salah satu diantaranya adalah Ketua Pengadilan Negeri Medan Marusudi Nainggolan.

Selain itu, 3 orang hakim yang diamankan adalah Wahyu Prasetyo yang juga Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan, Hakim Sontan Marauke dan Hakim Meri Purba.

“Sementara itu 2 orang Panitera lainnya adalah Oloan Sirait dan Elfandi. Sedangkan 2 orang lainnya saya kurang kenal,” ujar sumber yang tidak mau disebut namanya tersebut.

Sementara itu Erituah Manik membenarkan bahwa ada penangkapan yang dilakukan oleh penyidik KPK di Pengadilan Negeri Medan. Namun demikian, Erituah belum mengetahui secara pasti terkait apa ke-8 orang tersebut diamankan oleh KPK.

“Saya tidak tahu terkait apa. Namun sepertinya karena perkara yang sedang disidangkan di PN Medan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Erituah juga mengungkapkan bahwa KPK juga melakukan penyegelan salah satu meja hakim yang ada Pengadilan Negeri Medan. “KPK tadi sudah menyegel meja milik Hakim Sontan Marauke,” ujar Erituah kepada awak media.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikofirmasi membenarkan OTT yang dilakukan oleh penyidik KPK di Pengadilan Negeri Medan. “Benar ada kegiatan tim penindakan KPK di Medan tadi pagi, setidaknya 8 orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Agus Rahardjo.

Agus juga mengungkapkan bahwa dari 8 orang yang diamankan oleh KPK yang terdiri dari unsur Hakim, panitera dan pihak lainnya. Selain itu, Agus juga mengungkapkan bahwa penyidik KPK juga mengamankan sejumlah uang dollar dalam OTT kali ini.

“Sejauh ini, baru ini informasi yang dapat kami sampaikan. Tim sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat yang kami be terima. Nanti jika ada perkembangan akan diupdate kembali termasuk berapa orang yang akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta,” tutupnya.