Pemerintah Provinsi Sumut Buka Posko Peduli Bencana Gempa Lombok

Pemerintah Provinsi Sumut Buka Posko Peduli Bencana Gempa Lombok

Sipayo.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi membuka posko peduli gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilauncing di halaman parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Dipanegoro Nomor 30 Medan, Jumat (10/8/2018) pagi.

Launcing posko peduli gempa Lombok dilakukan oleh PJ Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA. Dalam kegiatan ini, Pj Gubsu sekaligus memberangkatkan bantuan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumut ke Lombok.

Sebelum acara launcing posko peduli gempa Lombok yang dilakukan Pj Gubsu, Kepala BPBD Provsu DR. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si melalui laporannya, mengatakan bahwa bencana gempa Lombok yang terjadi 5 Agustus 2018 hingga saat ini telah menimbulkan korban jiwa sebanyak 259 orang, korban luka-luka 1.033 orang dan 270.168 pengungsi.

“Setelah gempa 6,9 SR terjadi pada 5 Agustus 2018, beberapa gempa susulan juga terjadi di Lombok. Terakhir terjadi pada 9 Agustus 2018 dengan kekuatan mencapai 6,2 SR,” ujar Riadil.

Dalam kesempatan yang sama, Riadil turut melaporkan bila terdapat 298 kepala keluarga (KK) komunitas masyarakat Sumut yang bermukim di Lombok NTB dengan sebutan Saroha (Satu hati). Mereka ini menurut Riadil juga sangat memerlukan bantuan dari Sumut khususnya.

Riadil menambahkan bahwa sejauh ini BPBD Provinsi Sumatera Utara telah mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat Sumut, BUMN/BUMD dan seluruh ASN Provinsi dan kabupaten/kota untuk mendonasikan bantuannya kepada korban bencana gempa Lombok.

“Hingga saat ini dana yang telah telah terkumpul melalui rekening khusus bantuan bencana pada BPBD Provsu nomor rekening BRI telah terkumpul Rp14.000.000. Melalui nomor rekening tersebut, nantinya akan terus digalang donasi,” terang Riadil.

Selain itu, dia juga melaporkan bahwa melalui Baznas Provinsi Sumatera Utara telah mendonasikan Rp.100.000.000. “Rencana pemberangkatan bantuan pada hari Minggu atau hari Senin tanggal 13 Agustus 2018 mendatang,” kata Riadil.

Setelah melakukan komunikasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), lanjut Riadil, bantuan yang dibutuhkan berupa selimut, tenda pakaian, obat-obatan dan pangan. “Pemprovsu sendiri akan memberikan bantuan berupa paket sarung, selimut, dan obat-obatan untuk kesempatan pertama,” jelas Riadil.

Riadil juga melaporkan bahwa dalam waktu dekat akan diadakan ‘dinner for charity’ untuk mengumpulkan dana CSR dari BUMN/BUMD yang akan disampaikan setelah masa tanggap darurat menuju masa recovery, rekonstruksi dan rehabilitasi.

Selanjutnya saat melakukan launcing posko peduli gempa Lombok, Pj Gubsu mengajak seluruh peserta mengheningkan cipta untuk mendoakan kroban dan keluarga korban bencana Lombok. Menurut Pj Gubsu, hal tersebut dilakukan sebagai ungkapan rasa simpati masyarakat Sumut kepada korban bencana Lombok.

“Ini merupakan deklarasi (launcing) Sumut Peduli Bencana Lombok. Ini juga merupakan tradisi bagi Sumatera Utara, setiap kali provinsi lain, saudara-saudar kita yang lain mengalami bencana. Kita membantu untuk meringankan beban mereka,” terangnya.

Eko Subowo menambahkan, kegiatan ini sekaligus untuk menggerakkan seluruh potensi masyarakat yang termasuk didalammnya Aparatur Sipil Negara (ASN), BUMN, BUMD untuk memberikan donasi berupa uang atau barang yang diperlukan untuk meringankan beban korban bencana Lombok.

Eko juga mengatakan, sebagai bentuk simpati terhadap bencana Lombok, Pemprovsu juga membuka posko termasuk didalamnya membuka rekening untuk sumbangan sukarela bagi masyarakat, pegawai, organisasi, BUMN, dan BUMD yang akan menyumbangkan secara sukarela untuk bencana gempa Lombok.

Kepara relawan yang akan berangkat, Pj Gubsu berpesan agar relawan yang akan berangkat ke Lombok untuk mewaspadai gempa-gempa susulan yang mungkin terjadi lagi. “Jangan kita berusaha untuk menolong tetapi kita sendiri menjadi korban,” kata Eko.

Eko juga mengapresiasi inisiasi BPBD Provinsi Sumut yang akan mengadakan ‘dinner party’ pengumpulan donasi dari BUMN/BUMD untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana. “Tapi yang segera, yang sudah terkumpul agar diberangkatkan secepatnya karena mereka sangat memerlukan partisipasi bantuan dari kita,” ujarnya.