Terkait Dugaan Uang Longit-Longit Diterima Bendahara BPKAD, Begini Kata Inspektorat Labuhanbatu

Terkait Dugaan Uang Longit-Longit Diterima Bendahara BPKAD, Begini Kata Inspektorat Labuhanbatu

Foto: Kepala Inspektorat Labuhanbatu Zai Harahap

Sipayo.com – Terkait temuan Badan Pemeriksaan Keuagan (BPK)  Sumut tahun 2017 atas penerimaan uang longit-longit yang diserahkan ER pada YN dan AG tanpa adanya bukti yang jelas, Kepala Inspektorat Labuhanbatu Zai Harahap mengatakan kalau inspektorat sebelumnya adalah dijabat Ahmad Mufli yang kini menjabat sebagai Sekda Labuhanbatu.

Sehingga dalam pengawasan sebelumnya dilingkungan pemerintah Labuhanbatu adalah Ahmad Mufli sebagai kepala inspektorat.

“Dalam pengawasan sebelumnya Ahmad Mufli, dan saya pun tak begitu mengerti apa yang dimaksud uang longit-longit, “Ungkap Zai Harahap Rabu (15/8/2018) saat dikonfirmasi Sipayo. com diruang kerjanya.

Katanya, dalam temuan yang dilakukan BPK sebelumnya sudah habis masa limit sebagaimana aturannya, degan begitu sudah menjadi ranah penegak hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau sampai saat ini saya rasa masa tengganganya sudah habis dan sudah hampir 100 hari setelah diterimanya LHP,” sebut Zai.

Menurutnya, dari temuan BPK sebagaimana adanya temuan didinas Pemkab Labuhanbatu ada sebagian yang sudah memulangkan uang ke kas daerah, namun ada juga yang belum.

“Sampai saat ini dari temuan BPK, bagian dari Sekdakab belum ada yang mengembalikan, padahal Bupati sudah menginstrusikan agar temuan tersebut agar dipulangkan. Nah untuk itu kita serahkan kembalilah kepada BPK-nya mau dibawa keranah mana,” bilang Zai.

Sebelumnya,melalui data yang dihimpun Wartawan kalau ER selaku mantan bendahara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menyerahkan kepada YN selaku bendahara BPKAD dan menyerahkan lagi kepada AG.

Dari besaran uang longit yang diterima merunut temuan BPK sebesar Rp 90.000.000.00 tanpa dirincikan bahwa uang tersebut diserahkan kembali hingga berakhir kesaudara AG.

Parahnya lagi, dalam pengeluaran uang longit tersebut tanpa didasari bukti yang cukup dan dikeluarkan pada 27 Mei 2017.

Bendahara BPKAD saat dikonfirmasi Sipayo.com di tempat kerjanya membantah kalau dirinya menerima uang longit dari bendahar ER. Namun ia mengakui kalau dirinya pernah diperiksa BPK Sumut.

“Kalau diperiksa BPK saya pernah terkait admistrasi kantor, tapi terkait uang longit saya tidak pernah diperiksa,” kata YN Selasa (14/8/2018) pada Wartawan.

Disinggung, apakah mengerti arti uang longit, YN juga kebingugan seputar uang yang dimaksud uang longit. “Pastinya saya tidak pernah menerima uang dari bendahara ER sebagaimana yang dipertanyakan bang, “Ungkap YN.

Sementara Ketua LSM LCWI Labuhanbatu Zulham Abdul Fattah diminta komentaranya mengatakan kalau pemeriksaan BPK itu benar adanya dan masalah si penerima tidak mengakui itu haknya.

 

“Kita harap penegak hukum kejaksaan dan kepolisian dapat menindak lanjuti temuan BPK itu sehingga persoalaan temuan BPK jelas dan tuntas, “Pungkas Fattah. (Abi)