Bayi Lahir Satu Mata di Sumut Bikin Heboh, Begini Penjelasan Kemenkes

Bayi Lahir Satu Mata di Sumut Bikin Heboh, Begini Penjelasan Kemenkes

Sipayo.com – Kejadian angka bayi lahir dengan satu mata tanpa hidung di Indonesia mengejutkan publik. Pemerintah pun angkat bicara, namun enggan berkomentar jelas.

Bayi berinisial S lahir dengan kondisi cacat di RSUD Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Namun, setelah tiga hari lahir, bayi itu menghembuskan nafas terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal Syarifuddin, mengungkapkan, kasus yang dialami bayi perempuan itu tergolong langka di dunia. Sebab, baru ditemukan 7 kasus, yang sebelumnya terjadi di Mesir tahun 2015.

“Penyebabnya masih misterius, tapi jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah bayi sebagai penambang, bisa jadi. Kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup,” ucapnya.

Syarifuddin membeberkan, bayi malang itu tumbuh di kalangan keluarga penambang. Lokasi rumah tinggalnya juga tak jauh dari area penambangan.

Jadilah, Bayi S ditengarai kerap terpapar logam dan hasil tambang di dalam perut sang ibu semasa janin. Namun, penyebab jelasnya belum diketahui pasti hingga kini.

Menanggapi kasus itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes, mengatakan, laporan kejadian itu belum terdengar langsung olehnya dari Dinas Kesehatan setempat. Karenanya, dia pun enggan banyak berkomentar.

“Mesti dicek lengkap ini. Saya tidak berani komentar karena tidak ada data,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (14/9/2018).

Untuk kasus bayi lahir cacat lainnya, mantan Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak menyebutkan, datanya ada, namun angkanya tidak diketahui untuk update terbaru. Untuk kasus bayi lahir dengan satu mata tanpa hidung, menurut dia, baru terjadi di Tanah Air.

“Data bayi dengan lahir cacat ada, tapi update sekarang kurang tahu. Karena saya tidak pegang,” terang dia menutup pembicaraan.