Diusir Gubernur Edy Rahmayadi, Tanggapan Ibu Pendemo Ini Sungguh Tak Biasa

Diusir Gubernur Edy Rahmayadi, Tanggapan Ibu Pendemo Ini Sungguh Tak Biasa

Sipayo.com – Gubernur Edy Rahmayadi mengusir dua ibu-ibu yang ikut demo dengan Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara. Dua pendemo tersebut diusir Edy Rahmayadi karena ikut bicara ketika Gubernur Sumut sedang menyampaikan pesan di mobil orasi.

Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumatera Utara ini menuntut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk bisa mengeluarkan izin melaut.

Di tengah unjuk rasa, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menghampiri pendemo. Berdiri di atas mobil komando, Edy Rahmayadi berbicara menggunakan pengeras suara.

“Kalian rakyat saya, saya tak mau rakyat ini dibodoh-bodohin dan rakyat saya miskin. mengerti Nanti saja, saya baru lima hari jadi gubernur sudah kau demo. Apa urusan kalian. Orang saya juga belum tahu urusan nelayan ini,” kata Edy Rahmayadi, Kamis (13/9/2018).

Edy Rahmayadi menjelaskan, dibanding harus melakukan demonstrasi, sebaiknya pendemo melakukan ibadah salat zuhur.

Ketika itu, ada seorang ibu pendemo yang langsung memotong pembicaraan Edy Rahmayadi dengan mengaku sudah melangsungkan salat zuhur.

“Saya baru selesai salat orang masjidnya kosong, berbohong lagi ini ibu,” kata Edy Rahmayadi.

Ucapan Edy Rahmayadi kembali ditimpali oleh ibu itu. Masih berbicara, Edy Rahmayadi kemudian merebut mik yang sedang dipegang oleh ibu tersebut.

“Habis ini saya minta kembali, perwakilan tinggal di tempat, jelas? Ada yang tidak mau?Jangan menggangu jalan yang begini, rakyat Sumut bukan hanya kalian. Ibu sekarang berdiri, pulang, kasih jalan pulang,” kata Edy Rahmayadi.

Ibu tersebut kemudian berjalan mengarah ke samping truk tempat Edy Rahmayadi berdiri.

“Kalian setuju saya jadi Gubernur? Kalau setuju dengarkan saya, kalau tak setuju saya mundur jadi gubernur,” kata Edy Rahmayadi

Ketika masih berbincara, kembali ada ibu yang ikut berbicara. Edy Rahmayadi kemudian langsung kembali menyuruhnya untuk berdiri dan keluar dari barisan pendemo

“Saya tak senang kalau saya ngomong terus ada orang ngomong, ayo, ini yang pakai kertas kuning yang banyak ngomong, ibu sekali lagi jangan ngomong, pulang,” kata Edy Rahmayadi.

“Jauh-jauh kami dari tanjung balai demi sejengkal perut, bukan mau cari kekakayaan,” timpal ibu yang diminta pergi oleh Edy Rahmayadi.

“Sekali lagi ibu jangan ngomong. Pulang,” ujarnya.

Kemudian Edy Rahmayadi pun kembali menyampaikan bahwa Sumatera Utara tidak akan pernah bagus jika para warga terus berdemo, dan saling menyalahkan.

“Rakyat Sumatera Utara bukan cuma kalian. Yang satu minta begini. Yang satu minta begini. Kalian libur terus. Ini yang harus diatur,” ujarnya.

Kemudian dia pun mengutarakan para koordinator tinggal di tempat dan melakukan dialog dengannya, namun yang lain membubarkan diri, begitu juga yang punya sound system segera membawanya pulang.

Seorang ibu pun kembali menyampaikan jangan ada yang bubar, sehingga Edy Rahmyadi pun menyuruh polisi mengurus sang ibu, seraya menyampaikan bahwa ibu tersebut bukan rakyat Sumatera Utara.

“Itu berarti bukan masyrakat Sumatera Utara, dari dulu rakyat Sumatera Utara patuh dan taat,” ujarnya.