Mengerikan! Sosok Pria Ini Jalani Operasi Ekstrem Demi Mirip Tengkorak, Lihat Fotonya

Mengerikan! Sosok Pria Ini Jalani Operasi Ekstrem Demi Mirip Tengkorak, Lihat Fotonya

Foto: Pria Asal Kolombia

Sipayo.com – Agar terlihat seperti tengkorak, pria asal Kolombia ini rela memotong hidung dan telinganya. Dia memotong hidung bagian bawahnya.Ia bahkan sampai memutilasi telinganya.

Pria berusia 22 tahun tersebut menamai dirinya Kalaca Skull.

Dilansir dari The Sun, Selasa (28/8/2018) lalu, nama aslinya ialah Eric Yeiner Hincapie

Eric mengganti namanya menjadi Kalaca Skull, setelah menjalani operasi ekstrem selama dua tahun.

Eric sendiri terobsesi dengan tengkorak sejak ia masih anak-anak.

Hal ini diungkapkan oleh seniman tato langganan Eric.

Namun, Eric mulai serius untuk terlihat seperti tengkorak semenjak kematian ibunya.

Ternyata, saat masih hidup, sang ibu melarang Eric untuk memodifikasi tubuhnya, mengutip Daily Mail.

Untuk menjadi mirip tengkorak, Eric pun menjalani serangkaian prosedur operasi mengerikan.

Proseder tersebut termasuk menghilangkan bagian bawah hidungnya. Lubang hidungnya kini menjadi semakin lebar. Daun telinganya juga ikut diambil.

Untuk lidah, Eric membelah menjadi dua bagian dan diwarnai biru-abu. Tato gigi tengkorak juga digambar di sekitar mulutnya.

Bagian putih matanya ia beri tinta hitam sehingga menjadi gelap.

Tak lupa tato hitam dibubuhkan di sekeliling matanya.

Rambut Eric juga dipotong bergaya mohawk. Hal ini supaya tato di kepalanya terlihat.

Tindakan Kalaca Skull ini dikecam media lokal Kolombia.

Publik Kolombia juga mengecam penampilan mengerikan Kalaca Skull.

Meski begitu, akun Instagram-nya berisi foto-foto saat Kalaca Skull menyapa para fansnya yang bertemu di jalan.

Di akun Instagram Kalaca Skull, banyak foto selfie-nya bersama para fans.

Di akun sosial media lainnya, ada juga fotonya di harian lokal Kolombia saat merokok.

Dalam sebuah meme, Kalaca Skull juga pernah menyandingkan dirinya dengan karakter kartun ‘seram’.

“Modifikasi tubuh adalah keputusan pribadi dan tak seharusnya dinyinyiri,” katanya kepada situs Rio Noticias.

“Itu seperti nyinyir pada perempuan yang operasi pembesaran payudara.”

“Bagi saya, tengkorak seperti saudara perempuan saya, bagian dari keluarga, sungguh.”

“Saya benar-benar merasa terikat dengannya (tengkorak).”

Ia pun menyebut bahwa transformasinya menjadi tengkorak berjalan yang berbicara sebagai ‘impian yang menjadi kenyataan’.

“Saya adalah manusia normal yang kebetulan terlihat sangat berbeda dari orang kebanyakan.”

“Ini seperti perbedaan cara berpikir, memakai baju, perbedaan gaya musik.”

“Saya hanya merasa baik saat menjadi diri sendiri.”