Pengusaha Galian C di Labuhanbatu Tak Bayar Pajak Akan Ditindak Tegas

Pengusaha Galian C di Labuhanbatu Tak Bayar Pajak Akan Ditindak Tegas

Sipayo.com – Terkait pengusaha galian C yang belum bayar pajak daerah, Pemkab Labuhanbatu mengatakan akan menindak tegas dan diberikan  sanksi.

Dalam waktu dekat, Pemkab Labuhanbatu akan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Provsu) untuk merekomondasikan mencabut ijin galian C, khususnya tanah urug (tanah timbun) yang tidak bayar pajaknya

Demikian dikatakan Andi Suhaimi Dalimunthe menjawab wartawan di halaman kantornya Dinas Hanpang di jalan H Adam Malik Rantauprapat, Rabu (12/9/2018).

“Apabila pemilik galian C tidak segera membayar pajaknya, kita akan minta kepada Provsu untuk mencabut ijin galiannya,” ucap Andi

Dijelaskannya, besok (hari ini) pihaknya akan mengundang semua pemilik galian C untuk membicarakan masalah pajak tersebut. “Disitu kita minta penjelasan dari mereka terkait pembayaran pajaknya,” ujarnya.

Ditambahkannya, apabila dalam tengang waktu yang sudah disepakati nanti pemilik galian C tidak juga membayar pajaknya, kemungkinan akan direkomendasikan atau dilaporkan ke penyidik.

“Kalau sudah dicabut ijin galiannya, masih tetap juga tidak membayar pajak, kita akan laporkan ke polisi,” ujar Andi.

Menurutnya, sudah segunung tanah urug yang diambil untuk menimbun pembangunan jalur rel Kereta Api Rantauprapat -Kota Pinang, namun pajak daerah belum dibayar sebesar Rp 3.750 per kubiknya

“Yang membayar Pajak Daerah ke Pemkab itu bukan si rekanan, tetapi pemilik galian C tersebut. Pajak tidak diperbolehkan dibebankan atau dialihkan kepada pihak ketiga,” tegas Plt Bupati.

Data dihimpun Wartawan ada sekitar 14 pengusaha, dan mayoritas menjual hasil galiannya ke kontraktor pemenang tender pembangunan jalur Kereta Api Rantauprapat-Kota Pinang.(Abi)