Siap-siap! Usai Pendaftaran CPNS 2018, Pemerintah Buka Seleksi P3K untuk Honorer dan Usia Lebih dari 35 Tahun

Siap-siap! Usai Pendaftaran CPNS 2018, Pemerintah Buka Seleksi P3K untuk Honorer dan Usia Lebih dari 35 Tahun

Foto; Guru Honorer

Sipayo.com – Munculnya permasalahan bagi kaum honorer, kini pemerintah menunjukkan sikap serius untuk mengatasi persoalan tersebut.

Dalam konferensi pers pada Jumat (21/9/2018) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menyampaikan solusi atas persoalan tenaga honorer.

Ini merupakan angin segara bagi tenaga honorer yang telah memberikan jasanya bertahun-tahun dengan gaji yang tidak seberapa.

Melansir dari situs menpan.go.id (21/9/2018) pemerintah segera merampungkan Peraturan Pemerintah tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau P3K.

 

 

View this post on Instagram

 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menggelar jumpa pers bersama di Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jumat (21/09). Dalam kesempatan itu, Menteri mengatakan, pemerintah segera merampungkan Peraturan Pemerintah tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini untuk memberi kesempatan masyarakat berusia lebih dari 35 tahun yang ingin mengabdi untuk negara. Adapun seleksi PPPK akan dilakukan setelah seleksi CPNS tahun 2018 selesai. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala KSP Moeldoko, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ardan Adiperdana, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja dan sejumlah pejabat terkait #kemenpanrb #menpanrb #syafruddin #bersihmelayani #cpns2018 #reformasibirokrasi #indonesia

A post shared by K E M E N P A N R B (@kemenpanrb) on

Hal ini untuk memberi kesempatan masyarakat berusia lebih dari 35 tahun yang ingin mengabdi untuk negara.

“Seleksi PPPK akan dilakukan setelah seleksi CPNS tahun 2018 selesai,” ujar Menpan RB Syafruddin kepada wartawan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (21/09).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ardan Adiperdana, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji, Deputi SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja dan sejumlah pejabat terkait.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk mendapatkan SDM aparatur yang berkualitas, pemerintah mengadakan seleksi CPNS yang kompetitif.

Namun di sisi lain, pemerintah juga memperhatikan orang-orang yang telah berjasa dan berjuang cukup lama untuk negara dan menanti menjadi ASN.

“Oleh karena itu, pemerintah memberikan solusi melalui PPPK,” ujar Syafruddin.

“Termasuk di dalamnya eks tenaga honorer kategori dua yang tidak memenuhi syarat mengikuti seleksi CPNS,” tegasnya.

Seleksi PPPK atau P3K ini juga terbuka bagi pelamar yang tidak lulus dalam seleksi CPNS untuk mengikuti tes PPPK.

PPPK dapat diikuti oleh pelamar yang berusia lebih dari 35 tahun.

“Bahkan bagi yang usianya setahun sebelum batas usia pensiun juga dapat mengikuti tes,” imbuh Syafruddin.

Dikatakan, pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan Undang-Undang No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari pengadaan sampai pensiun ASN.

Hal itu juga berlaku bagi tenaga eks honorer Kategori II (K-II) serta Pegawai non-PNS yang bekerja di lingkungan instansi pemerintah.

Sesuai dengan UU tersebut, untuk dapat diangkat menjadi CPNS maupun PPPK harus melalui tes.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat kepada pemerintah daerah untuk tidak ada lagi merekrut guru honorer.

 

“Bisa kita pantau, jika ada yang melanggar, akan kami kenakan sanksi. Mohon kerja samanya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan akan dibuat peta jabatan formasi untuk PPPK.

“Jadi tidak hanya guru saja, tetapi juga untuk jabatan-jabatan lainnya,” ujar Bima Haria Wibisana.

Sementara itu menurut jadwal pelaksanaan yang sudah diumumkan CPNS 2018 akan berakhir sekitar bulan Desember 2018.

Berdasarkan pernyataan Menpan RB Syafruddin, timeline rekrutmen ini terbagi jadi 4 tahap dimulai dari September minggu ke-2 hingga Desember 2018 nanti.

Minggu ke-2 September Sampai Minggu ke-2 Oktober 2018

– Pengumuman

– Pendaftaran

– Verifikasi Administrasi

Minggu ke-3 Oktober 2018

-Pelaksanaan Seleksi (SKD dan SKB)

Minggu ke-4 November 2018

-Pengumuman Kelulusan

Desember 2018

– Pemberkasan

Bagi kalian yang ingin mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau P3K harap bersabar.

Kemungkinan seleksi bagi dibuka setelah proses pendaftaran CPNS 2018 ini selesai.

Dengan tetap diadakannya tes atau seleksi untuk formasi PPPK atau P3K maka ada baiknya kalian mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

Kemungkinan persyaratan umum untuk P3K ini hampir sama dengan CPNS 2018.

Sebab dalam konfrensi pers tersebut, Menpan RB Syafruddin menjawab saat pertanyaan bagaimana posisi P3K dan ASN :

“Karena sama melalui rekruitmen yang sama, standar yang sama, tentu sistem pembayarannya pasti sama.”

Bahkan Syafruddin menegaskan kalau pembayaran gaji yang diterima untuk posisi P3K ini tidak boleh di bawah UMR.