Gubernur Edy Rahmayadi Tolak Pengunduran Diri Dirut Bank Sumut

Gubernur Edy Rahmayadi Tolak Pengunduran Diri Dirut Bank Sumut

Sipayo.com – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Sumut yang berlangsung, Selasa (30/10/2018) terlihat berbeda dari biasanya. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Sumut, serta RUPSLB memutuskan menolak pengunduran diri Edie Rizliyanto dari jabatan Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut.

Sebelumnya pada 5 Oktober 2018, Edie mengundurkan diri sebagai Dirut Bank Sumut karena sejak 8 Oktober lalu telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Jasindo setelah ditunjuk oleh Kementerian BUMN.

Namun pada RUPSLB Bank Sumut, Edie ditolak mengundurkan diri sekaligus diminta pertanggungjawaban selama menjadi dirut. Pertanggungjawaban ini dibuktikan dengan hasil audit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Edy mengatakan, dengan penolakan pengunduran diri itu, maka status Edie Rizliyanto adalah nonaktif. Untuk menjamin operasional bank itu, menurut Edy Rahmayadi, tugas-tugas sementara Dirut diserahkan kepada tiga direksi lainnya.

RUPSLB Bank Sumut, ujar Edy, juga menyepakati perpanjangan dan pemberhentian masa tugas dewan komisaris. Masa tugas komisaris yang diperpanjang adalah Berata Kesuma untuk masa jabatan selama empat tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2022.

Komisaris yang diberhentikan adalah Hendra Arbie terhitung sejak 30 Oktober 2018. Sementara itu, Muchammad Budi Utomo untuk sementara diangkat sebagai komisaris. Dia mewakili Pemprovsu di struktur komisaris. Dia akan bertugas secara definitif sejak tanggal surat OJK yang menyatakan dia lulus uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test.

Kemudian mengangkat kembali Dewan Pengawas Syariah Bank Sumut dan menetapkan untuk masa jabatan selama empat tahun sejak 30 Oktober 2018 sampai 29 Oktober 2022 dengan susunan M Yasir Nasution, anggota Abdullah Syah dan Amiur Nuruddin.

Pada kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen akan meningkatkan penyertaan modal kepada PT Bank Sumut. “Saya berharap penyertaan modal kepada Bank Sumut sama dengan provinsi lain di atas 50% ke depan, yang selama ini hanya sekitar 41% lebih,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui RUPSLB Bank Sumut ini juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah dan para bupati/walikota se-Sumut yang juga pemegang saham Bank Sumut, jajaran direksi dan komisaris Bank Sumut.