Tabrakan Maut Terjadi di Sibolangit, Jalur Medan – Berastagi Macet Total

Tabrakan Maut Terjadi di Sibolangit, Jalur Medan – Berastagi Macet Total

Sipayo.com – Tabrakan maut yang antara truk dengan truk yang terjadi di Desa Sumbul, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 2.00 WIB dikabarkan menewaskan 3 orang, sementara 7 orang lainnya mengalami luka-luka.

Selain menyebabkan korban jiwa dan korban luka-luka, kecelakaan lalulintas yang melibatkan truk bermuatan escavator dan truk fuso, serta kijang kapsul ini juga turut membuat jalur Medan – Berastagi macet total hingga siang hari ini.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan, mengaku sampai saat ini sedang dilakukan upaya evakuasi terhadap dua truk yang bertabarakan. “Karena lokasi yang tidak dapat dilalui, diimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak melintas baik dari Medan menuju Karo maupun sebaliknya,” ujarnya.

Faidir menerangkan dalam insiden laga kambing terdapat korban jiwa yang mengakibat sopir truk meninggal dunia. Namun saat ini personil masih berupaya keras mengevakuasi bangkai truk agar akses jalan kembali dapat dilalui.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Polres Tanah Karo dan Sat Lantas Polrestabes Medan agar secepatnya mendatangkan alat berat untuk upaya evakuasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua IAI Sumut Boy Brahmawanta Sembiring,ST.,MT.,IAI.,AA mengatakan dampak kemacetan yang kerap terjadi di jalur Medan – Berastagi telah berdampak pada ekonomi 7 Kabupaten di Sumatera Utara.

“Kejadian tabrakan yang mengakibatkan kemacetan total sudah kerap terjadi di jalur Medan – Berastagi. Tidak hanya menyebabkan korban jiwa, namun kemacetan juga telah menyebabkan dampak terhadap ekonomi 7 kabupaten di daerah ini,” ujarnya.

Mengatasi masalah tersebut, Boy mengatakan dibutuhkan segera jalan alternatif menuju Tanah Karo dan kabupaten lainnya setelah Karo. “Selain membuat jalan alternatif, pelebaran jalan yang ada saat ini juga sangat penting,” terangnya.

Selanjutnya Boy juga mengatakan bahwa pada titik-titik tikungan berbahaya, agar segera dilakukan rekayasa/site enginering dan struktur kantilever secara khusus. “ Ini perlu dilakukan agar mobil berat, seperti tronton aman berselisih di tikungan,” pungkasnya.