AMIK MBP Gelar Seminar ICT dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

AMIK MBP Gelar Seminar ICT dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

 

Sipayo.com – Mahasiswa dan pengusaha di Indonesia dinilai harus bersiap diri untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0.

Hal itu mengemuka dalam seminar yang digelar Kampus Akademi Manajemen Informatika Komputer Medan Business Politechnyic (AMIK MBP) dengan tema seminar nasional tentang kepemimpinan berbasis information & Communication Technologi (ICT) Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0, di Aula AMIK MBP Jl. Letjend Jamin Ginting, Padang Bulan Rabu (5/12/2018).

Seminar ini dibawakan oleh dua narasumber yaitu pembaca berita senior di sejumlah televisi Boy Bakamaro dan Pendiri Aplikasi Pak Tani Digital Mehendra Tlapta, Kedua narasumber ini merupakan sosok yang sudah malang melintang di tingkat nasional dalam profesi yang mereka geluti.

Menurut Yayasan AMIK MBP Medan melalui Bendahara Christianto Y.V Tarigan mengatakan bahwa perkembangan teknologi kedepan merupakan sesuatu yang tidak bisa dihambat.

Menurut Christianto, kedepannya teknologi akan mulai mengganti pekerjaan manusia dan kita harus siap untuk menghadapi hal tersebut.

“Jadi mahasiswa kita harus kita bekali dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru sebagai bekal mereka untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yang akan membuat penciptaan lapangan kerja yang baru,” jelasnya.

Christianto juga berharap agar seminar nasional ini nantinya pada akhirnya akan memberikan tambahan ilmu bagi mahasiswa berdasarkan pengalaman dari para praktisi yabg berkompeten di bidangnya terutama dibidang IT dan publik speaking.

“Khususnya di bidang publik speaking dan IT yang merupakan keahlian dari para pemateri yang datang hari ini,” jelasnya.

Sementara itu, pembicara dan juga Eksekutif Producer iNews Boy Bakamaro Ginting dalam materinya mengungkapkan bahwa publik speaking merupakan salah satu pekerjaan yang akan dibutuhkan di masa yang akan datang.

“Jadi saya harapkan anak-anak Medan, khususnya mahasiswa Medan yang selama ini terkendala dalam hal berkomunikasi karena dianggap terlalu kasar bisa dijadikan sebuah kekuatan untuk tampil di bidang publik speaking,” jelasnya.

Boy lebih jauh berharap kegiatan seminar ini tidak berhenti begitu saja, tapi dapat dijadikan sebagai bekal dasar mahasiswa dalam menghadapi publik speaking.

“Memang tidak mungkin dengan seminar sekali saja orang akan mampu menjadi seorang publik speaker yang baik. Namun dengan seminar ini, kita dapat membekali diri kita untuk paling tidak bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan kita masing-masing,” jelasnya.

Sementra Mahendra Tlapta Sitepu yang membawakan materi Digitalisasi mengatakan bahwa kedepannya sangat penting mendudukkan kepimpinan berbasis ICT dalam rangka menghadapi Industri 4.0.

Menurut Mahendra, sejumlah lapangan pekerjaan manusia kedepan akan digantikan oleh teknologi demi efisiensi.

“Jadi penting untuk mengetahui skil-skil dan ketrampillan yang harus dikembangkan oleh anak-anak muda untuk menghadapi era revolusi 4.0 dan internet gelombang ke-3 yang lebih berbicara pada sikap dan empati,” jelasnya.

Kedepannya, Mahendra juga berharap seminar-seminar serupa khususnya dibidang workshop dapat digelar lebih intens lagi, sehingga dapat dikembangkan menjadi pembangunan inkubator.

“Inkubator ini diharapkan dapat membangun startup yang menjadi model kedepannya. Yang mana pengembangan startup itu dapat dimulai dari kampus,” tutupnya.