Terjadi Keributan di Rutan Surakarta, Ini Penyebab dan Kronologinya

Terjadi Keributan di Rutan Surakarta, Ini Penyebab dan Kronologinya

Foto: Rutan Surakarta

Sipayo.com – Kerusuhan terjadi di Rutan Kelas I Surakarta antara pembesuk dan penghuni tahanan. Semua berawal ketika ada saling adu teriakan.

Pukul 10.00 WIB
20 orang penjenguk datang dan dibagi per kelompok 5 orang untuk masuk dengan durasi 20 menitan untuk menemui tahanan di aula.

Pukul 10.55 WIB
Ketika kloter kedua dan pembesuk hendak pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan dibalas dengan suara menyerupai hewan dari tahanan Blok C1 atau Napi kriminal.

Kelompok Agus Ardiansyah als Bebek (Napi kasus Pencurian), Ucok Devran Devries (Napi kasus Pencurian) dan Koes Setiawan Danang Mawardi alias Iwan Walet (Kasus penganiayaan) yang sebelumnya pernah terjadi keributan mendatangi Napi Blok C1 kemudian terjadi aksi saling lempar batu.

“Melihat kejadian tersebut, pembesuk langsung disuruh keluar oleh pihak Pengamanan Rutan dan tahanan dari kelompok yang dibesuk juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sementara itu dari pihak Napi Kriminal berusaha merangsek hingga menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, Kamis (10/1/2019).

Pukul 11.00 WIB
1 SST Dalmas Polresta Surakarta tiba di Rutan Klas I Surakarta dan langsung mengambil tindakan untuk menetralkan keadaan.

Pukul 11.35 WIB
Wakapolresta Surakarta AKBP Andi Rifai didampingi Danramil 05/Pasar Kliwon Kapten Kurdi tiba di Rutan Klas I Surakarta selanjutnya menuju ke Blok B.

Pukul 11.50 WIB
Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Ali Achwan tiba di Rutan Klas I Surakarta.

Pukul 13.55 WIB
Narapidana Koes Setiawan Danang Mawardi dipindahkan ke Lapas Sragen dengan menggunakan Rantis baracuda.

Pukul 14.45 WIB
Narapidana dari kelompok yang dibesuk dipindahkan ke Lapas Kedungpane Semarang.

“Langkah evakuasi dan pemindahan tahanan ke sragen dan kedung pane semarang untuk mengurangi konflik yang berkelanjutan,” tandasnya.