WhatsApp Berpotensi Akan Ditinggal Penggunaanya Bila Menjadi Saluran Penjualan

WhatsApp Berpotensi Akan Ditinggal Penggunaanya Bila Menjadi Saluran Penjualan

 

Sipayo.com – Setelah telah resmi memperkenalkan WhatsApp for Business pada awal 2018. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara Asia pertama yang sudah bisa menggunakannya.
Namun penggunaan WhatsApp Business sebagai saluran marketing masih menemukan berbagai tantangan. Perusahaan pemasaran online Insider mengatakan WhatsApp dikhawatirkan akan ditinggal konsumen apabila menjadi sebuah saluran marketing untuk berbisnis.
Managing Director APAC Insider Patrick Steinbrenner mengatakan WhatsApp adalah aplikasi percakapan yang sangat personal. Apabila dibombardir dengan konten promosi yang tidak relevan, berpotensi pengguna akan beralih ke aplikasi pesan singkat yang lain.

“Ini aplikasi yang personal karena berbicara dengan keluarga, teman, hingga pasangan. Ini channel yang belum digunakan perusahaan untuk berhubungan dengan konsumen,” ujar Patrick usai acara Frontiers of Digital Growth Summit: How New Messaging Channel Are Shaking Up Costumer Experiences.

Patrick mengatakan WhatsApp memang belum memperbolehkan para pemilik akun bisnis untuk memasarkan sebuah produk. Saat ini, WhatsApp baru memperbolehkan para pelaku bisnis untuk memberikan layanan customer care seperti konfirmasi pemesanan, atau status pengiriman.

“Percakapan harus dibuat lebih berarti dan relevan. Karena ini chat sangat personal. Atau konsumen akan terganggu dengan adanya chat marketing,” kata Patrick.

Dalam kesempatan yang sama Growth Marketing Senior Manager, BliBli.com Tabah Yudhananto berharap ke depannya WhatsApp Business bisa menyediakan komunikasi dua arah. Hal ini diungkapkannya apabila WhatsApp sudah memperbolehkan pebisnis untuk mempromosikan produk.

Saat ini ketika Blibli memberi tahu status pemesanan, komunikasi satu arah masih terjadi. Pasalnya, yang membalas permintaan konsumen adalah chat bot yang sudah disediakan template chat oleh pelaku bisnis. Template chat ini juga perlu disetujui oleh WhatsApp.

Menurutnya promosi di WhatsApp pasti akan terjadi komunikasi satu arah. Tabah berharap konsumen bisa merespon promosi tersebut, lalu layanan konsumen bisa langsung menanggapinya.

“Sekarang ini pesan bisnis di WhatsApp masih belum interaktif. Fungsinya masih sama seperti push notifikasi. Komunikasi satu arah, seperti misalnya di sms. Promosi satu arah,” kata Tabah.