Mahfud MD Kecam Keras Aksi Boikot KPU dengan People Power Milik Amin Rais

Mahfud MD Kecam Keras Aksi Boikot KPU dengan People Power Milik Amin Rais

Foto: Gerakan Suluh Kebangsaan Mendukung KPU dari ancaman People Power Amien Rais

Sipayo.com – Mantan Hakim Konstitusi yang kini pegiat pemilu Mahfud MD mengecam keras aksi boikot Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan people power milik Amien Rais.

Kecaman itu ditujukan Mahfud dengan mendatangi KPU bersama para tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan di KPU sebagai protes keras upaya Amien Rais yang mencoba melakukan deligitimasi terhadap KPU.

“Itu yang membuat kami datang kemari. Gunakan people power itu untuk apa? Kan kita punya mekanisme hukum. Kalau people power karena KPU curang karena sedot data dari A ke B, kan saya sudah bilang nggak mungkin. Oleh sebab itu, kita datang untuk tidak takut dengan itu. Rakyat akan bersama mereka (KPU). Kita juga koordinasi dengan daerah untuk jaga,” ujar Mahfud di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol No. 29, Jakarta Pusan, Rabu, 10 April 2019.

Menurut Mahfud ada perbedaan definisi antara People Power yang pernah menumbangkan sejumlah tokoh di dunia, karena rezim itu rakus dan tamak. Sementara, di Indonesia rezim pemerintahannya terbilang sangat rapih dan transparan.

“Ya kalau mau berdemo itu yang negaranya korupsi seperti 32 tahun kemarin. Tamak akan curang baru bisa di demo. Rezim ini justru malah membenahi kok. Kenapa malah mau buat People Power,” ujar Mahfud MD.

Mahfud menjelaskan dalam prespetif keilmuan tata negara yang dia miliki menjelaskan sebuah negara yang sehat akan menghidupkan birokrasi yang baik.

Artinya, people power tidak pernah diatur dalam tata negara. Kalaupun ada people power biasanya satu suara menyebut kalau rezim ini kacau. Nyatanya, masih lebih banyak rakyat yang justru mencintai Presidennya.

“Memang nggak ada hukum tata negaranya, tinggal bisa berhasil atau nggak. Biasanya berhasil kalau yang didemo atau sasaran memang bersalah. Kalau ini di mana? Mekanisme hukumnya sudah tersedia, perangkat kelembagaannya sudah ada. Jadi kita punya hukum sendiri,”tanya Mahfud.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menanggapi positif dengan kehadiran Gerakan Suluh Kebangsaan kepada KPU. Arief menegaskan KPU akan menjaga integritasnya.

“Setidaknya hari ini KPU merasa tak sendirian. KPU tak sendirian. KPU melakukan ini bersama seluruh komponen bangsa untuk membuat pemilu dan demokrasi kita jadi lebih baik,” ucap Arief.

Arief berharap kedepannya masih banyak kelompok yang mempercayakan kredibilitas KPU sebagai pengawal demokrasi pemilu di Indonesia.

“Ya positif semoga kedepannya masih banyak yang percaya pada integritas kami,” imbuhnya.

Sebelumnya, kecaman Mahfud MD ini lantaran pernyataan Amien Rais yang cukup menggemparkan. Saat itu pada Minggu, 31 Maret 2019 Amien mengacam akan memakzulkan KPU dengan ancaman People Power bila terbukti adanya kecurangan dalam proses Pilpres 2019.

“Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah,” tutur Amien.