Nelayan Simandulang Menjerit Akibat Pukat Harimau Tetap Beroprasi

Nelayan Simandulang Menjerit Akibat Pukat Harimau Tetap Beroprasi

Foto: Suasana Perairan Kualuh Ledong/(Abi Pasaribu)

Sipayo.com – Nelayan di Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Ledong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara menjerit atas keberadaan pukat trawl (Pukat Harimau) yang tetap beroparasi.

Padahal dalam pengoperasian pukat tersebut sudah dilarang sebelumnya atas insiden pembakaran kapal yang dilakukan nelayan pada tahun 2016 lalu.

Namun, hingga kini keberadaan pukat tersebut semangkin mengganas diperairan Ledong. Alhasil para nelayan menjerit dengan keberadaan hal itu.

Kepada Sipayo.com Rustam Harahap mengatakan atas keberadaan pukat tersebut sungguh sangat menggangu penghasilan nelayan sekitar. Bahkan atas adanya itu, semua jenis ikan baik yang kecil dan besar terambil habis.

“Kami berharap dengan adanya pukat Harimau itu pihak berwenang dapat mengatasinya. Jangan sampai terulang kembali atas insiden yang dulu-dulu. Kami pun tidak ingin berbuat seperti itu kembali, tapi tolong keluhan kami juga didegar,” kata Rahmat Kamis (11/4/2019) saat di Wawancarai Sipayo.com.

Harapan kami juga melalui media ini, kiranya Kapolres Labuhanbatu dapat dapat menindak tegas atas ulah cukog yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak ekosistim laut yang rusak.

“Kami sudah lama menjadi nelayan disini, penghasilan sekali melaut hanya 1 juta. Sedangkan mereka sekali malaut ratusan juta, tapi tidak memikirkan ekosistim rusaknya tumbuh karang atau yang lainnya,” tambah Rahmat.

Sementara itu Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang saat ditemui di Polres Labuhanbatu Jum’at (12/4/2019) berjanji akan menuntaskan keluhan nelayan tersebut.

“Ini mau menjelang pilpres. Habis pilpres melalui Kasat Pol Air akan kita panggil atas keluhan nelayan tersebut,” bilang Frido. (Abi Pasaribu)