2 Anggota DPRD Sumut Divonis 5 Tahun Bui Terkait Kasus ‘Uang Ketok’ Mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho

2 Anggota DPRD Sumut Divonis 5 Tahun Bui Terkait Kasus ‘Uang Ketok’ Mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho

Foto: Ilustrasi palu

Sipayo.com – Dua anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) divonis 5 tahun penjara, karena dinilai terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Kedua anggota DPRD Sumut Syahfrida Fitri dan Rahmianna Deluma Pulungan divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Keduanya juga dihukum denda Rp 300 juta sebsider 4 bulan kurungan.

Ketua majelis hakim Haryono di Pengadilan Tindak Pidana Koruosi Jakarta pada Kamis (23/5/2019) juga menjelaskan. “MENGADILI, menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujarnya.

Selain hukuman pidana penjara dan denda, keduanya juga dihukum membayar uang pengganti, karena dalam pertimbangan majelis hakim, keduanya dinilai tidak mendukung pemerintahan dalam memberantas korupsi.

Syafrida dihukum membayar Rp 647,5 juta. Sementara, Rahmianna dihukum membayar Rp 527,5 juta. Uang tersebut merupakan uang yang diberikan oleh Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Uang yang disebut “uang ketok” itu diberikan agar mereka memberikan pengesahan terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2012, dan pengesahan APBD Perubahan TA 2013.

Kemudian, agar memberikan persetujuan pengesahan APBD TA 2014 dan APBD Perubahan TA 2014. Selain itu, persetujuan pengesahan APBD TA 2015.

Kemudian, agar mereka mau menyetujui LPJP APBD Tahun Anggaran 2014.

Keduanya terbukti melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.