Kemenkes Pastikan Cacar Monyet Belum Ada Ditemukan di Indonesia

Kemenkes Pastikan Cacar Monyet Belum Ada Ditemukan di Indonesia

 

Sipayo.com – Pihak berwenang Singapura baru-baru ini telah mengonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet pertama di negara itu, yang didapati pada seorang warga Nigeria yang tiba di Singapura 28 April lalu. Pria 38 tahun itu dinyatakan positif terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei.
Dalam hak itu, Kementerian Kesehatan menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan takut, karena Kemenkes memastikan penularan penyakit human monkeypox alias cacar monyet belum sampai ke Indonesia.
“Sampai saat ini belum ditemukan kasus Monkeypox di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, Rabu (15/5/2019).

Meski demikian, Anung mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga kebersihan untuk mencegah penyebaran cacar monyet.

Cacar monyet merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang atau zoonosis. Penularan cacar monyet dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang terinfeksi virus cacar monyet.

Sedangkan penularan pada manusia, menurut Anung, terjadi melalui kontak dengan monyet, tikus gambia, dan tupai. Penularan dapat pula terjadi karena mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus cacar monyet ini adalah rodent atau tikus. Sementara penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Wilayah yang terjangkit cacar monyet yaitu Afrika Tengah dan Barat seperti Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan.

Cacar monyet baru saja ditemukan di Singapura pada seorang warga Nigeria. Saat ini, pasien sudah menjalani perawatan dan dikarantina agar tidak menyebarkan virus.

Virus cacar monyet mengalami masa inkubasi sekitar 5-21 hari. Gejala yang timbul meliputi demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, dan lemas.

Seperti cacar pada umumnya, ruam di kulit akan muncul pada wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam itu berkembang dan akan menghilang hingga tiga pekan.

Kasus kematian cacar monyet disebut bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian terjadi pada anak-anak.

Belum ada obat-obatan yang dapat melawan virus ini. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk meringankan gejala.

“Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Pengobatan simtomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul,” tutur Anung.