Narkoba Merajalela, Kapolsek Panai Tengah: Bantu Infonya, Kita Giling Sampai ke Propam

Narkoba Merajalela, Kapolsek Panai Tengah: Bantu Infonya, Kita Giling Sampai ke Propam

Foto: Ilustrasi

Sipayo.com – Kapolsek Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu bernama AKP Rudi Hartono merasa tidak main-main dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum tempat ia bertugas di Kecamatan Panai Hulu dan Kecamatan Panai Tengah. Rudi Hartono mengatakan, apabila ada oknum polisi di wilayah tersebut membekingi bandar juga pengedar narkoba atau ada mengetahui ’86’ terhadap pelaku pengguna mau pun penegedar akan ditindak secara tegas.

Hal itu dikatakan AKP Rudi Hartono membalas pesan via WhatsApp Sipayo.com tentang beredarnya rumor atau isu miring adanya oknum polisi yang membeking dan menerima setoran dari para bandar narkoba di daerah itu.

“Siapa orangnya ketua tolong bantu saya, sementara saya di sini lagi genjar genjarnya membasmi narkoba, tolong kasi info kesaya biar saya giling sampai ke propam, kalau isu sumbang perlu kita buktikan benar enggak isu tersebut,” kata AKP Rudi Hartono melalui via WhatsApp memberikan balasan kepada Sipayo.com dikonfirmasi via selular.

Sebagaimana di pemberitaan sebelumnya,  Tokoh Masyarakat  Desa Sei Jawi-jawi juga selaku pengurus DPD Partai Golkar Labuhanbatu Herly Siahaan, merasa prihatin atas maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Panai Hulu, khususnya di Dusun Sei Kerang, Desa Sei Jawi- jawi dan Desa Cinta Makmur yang menjadi basis terbesar peredaran narkoba di Kecamatan Panai Hulu. Rasa prihatin bercampur rasa geram disebabkan para pelajar pun telah terkontaminasi narkoba.

Dikonfirnasi kembali via selular, Sabtu (25/5) Herly memberikan aplaus kepada Kapolsek Panai Tengah AKP Rudi Hartono yang saat ini gencar memberantas narkoba di wilayah itu. Namun Herly menyarankan kepada AKP Rudi Hartono agar melakukan fullbacket di lapangan tentang issu miring tersebut.

“Membuktikan isu seperti itu tak mudah. Lakukanlah under cover. Andaikata ada  upeti tak akan mungkin tertulis di atas kertas. Tetapi saya yakin masih ada anggota kapolsek itu yang masih merah putih. Lakukan dan cari info di lapangan secara diam-diam. Sehingga ada atau tidak, benar atau bohong isu itu pasti akan terjawab. Jangan sampai rusak citra kepolisian,” ujar Herly.

Sebagaimana di pemberitaan sebelumnya Herly tak percaya isu miring seperti itu. Walau pun tak dapak ditampik sudah berapa banyak anggota kepolisian yang bertugas di Polres Labuhanbatu dipecat karena kasus narkoba, baik sebagai pemakai mau pun sebagai bandar. Dalam penegakan hukum dan pemberantasan narkoba, Herly meminta jangan ada peluang yang meringankan bagi pengedar apalagi terhadap sang bandar.

“Sering kita dengar ada perubahan pasal ketika di BAP di kepolisian, dari pasal 114  (pengedar) menjadi pasal 127 (pemakai). Diganjar penjara 5 tahun aja gak jera, apalagi cuma 2 tahun. Saya harap jangan ada permainan dalam penegakan hukum. Saya setuju kalau bandar narkoba ditembak mati”ungkap Herly tegas. Info yang dihimpun di lapangan,  ada pun nama-nama pengedar narkoba di Desa Sei Jawi-jawi yang beroperasi di Dusun Sido Makmur dan Dusun  Sei Kerang berinisial F, K, dan W.

“Ketiga orang tersebut sudah begitu meresahkan masyarakat di desa kami. Saya harap dapat segera disikat oleh polisi dan sekaligus bandar besarnya. Jangan pipit ditangkap Gagaknya lepas,” tegas Herly mengakhiri. (Joko W).