Peredaran Narkoba di Panai Hulu Sudah Menjadi Monster yang Menakutkan

Peredaran Narkoba di Panai Hulu Sudah Menjadi Monster yang Menakutkan

Foto: Ilustrasi Narkoba

Sipayo.com – Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di wilayah pantai Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu sudah menjadi momok dan monster yang meresahkan dan menakutkanmasyarakat. Keresahan itu disebabkan penggunanya bukan hanya dari kalangan orang tua atau orang dewasa. Tetapi, di kalangan pelajar pun telah tersusupi narkoba.

Hal ini yang begitu meresahkan di kalangan orang-orang tua. Akibat maraknya peredaran narkoba, tingkat kejahatan tindakan kriminal seperti pencurian semakin meningkat.

“Sawit dininja, sanyo dicuri, sepeda motor disikat, belum lagi hewan ternak. Sedih hati saya melihat kondisi seperti ini. Mau jadi apa negeri ini kalau di kalangan pelajar juga sudah terkontaminasi narkoba,” kata Seorang tokoh Masyarakat Desa Sei Jawi-jawi bernama Herly Siahaan kepada Sipayo.com, Jum’at (25/5) di Panai Hulu. 

Menurut Herly, peredaran narkoba di Dusun Sei Kerang, Dusun Sido Makmur, Desa Sei Jawi-jawi sudah sangat takut dan begitu meresahkan. Herly berharap, kepolisian lebih intensif menjalankan tugasnya di daerah itu. Selain itu, lanjut Herly, Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakatnya dihimbau untuk bekerjasama dalam memberantas narkoba di daerah tersebut.

“Kita jangan hanya berharap kepada polisi saja untuk memberantas narkoba di lingkungan tempat tinggal kita, tetapi, kepala desa juga dan tokoh-tokoh di desa harus punya program atau cara tersendiri bagaimana bertindak apabila di desa itu ada peredaran narkoba,” ujar Herly. 

Herly menilai,  penjara ternyata tidak membuat efek jera terhadap para bandar dan pengedar. Keluar dari penjara mereka mengulangi perbuatannya lagi.

Ironisnya, sambung Herly, dari balik jeruji besi mereka bisa tetap menjalankan bisnis haram itu. Karena itu, sambungnya, harus ada cara lain  yang dibuat biar ada efek jera untuk para bandar dan pengedar. Cara yang dibuat menurutnya harus hukuman yang tidak ada dalam Undang-Undang. Tetapi, hukum masyarakat punya. 

Mirisnya lagi, sebutnya, sering rumor tak sedap berkembang di lapangan bahwasannya di belakang si bandar narkoba ada oknum polisi yang membeking dan bahkan isu lainnya barang haram itu milik si anu ( oknum polisi). Tentunya, isu seperti itu tak baik dan menimbulkan citra buruk di institusi kepolisian. Meskipun hal itu tak dapat dipungkiri, sudah berapa banyak oknum kepolisian di jajaran Polres Labuhanbatu yang dipecat karena terlibat narkoba. Baik ia pemakai atau pun ia pengedar. 

“Kalau saya tak percaya isu itu, maka saya berharap, Kapolsek Panai Tengah dan anggotanya lebih maksimal bekerja dalam melakukan pemberantasan narkoba. Sehingga isu miring yang tak sedap itu terbantahkan dengan kerja keras polisi memberantas narkoba di daerah kami,” terangnya.

Hal senada juga dilontarkan beberapa sumber warga Desa Cinta Makmur, Kecamatan Panai Hulu, kepada Sipayo.com yang meminta dirahasiakan jati dirinya.

“Desa Cinta Makmur ini sudah basis Pak. Tolonglah sering diberitakan Pak, agar bisa diberantas narkoba di desa ini. Kami takut anak-anak kami terjerumus kesitu,” ujar sumber dari kalangan ibu-ibu. 

Kepala Desa Cinta Makmur Ego Wiharno, dikonfirmasi via selular membenarkan keluhan dan keresahan masyarakatnya. 

“Kita sudah berulangkali sosialisasi dan menghimbau masyarakat, tetapi tetap juga beredar terus narkoba di desa ini. Gak tau lagi saya gimana cara memberantasnya,” tuturnya. 

Kapolsek Panai Tengah AKP Rudi Hartono dikonfirmasi Sipayo.com via WA apa tanggapannya adanya isu miring oknum polisi terima setoran dari para bandar narkoba di Panai Hulu, hingga berita ini dikirim ke redaksi belum ada memberikan balasan. (Joko W)