Ratusan Massa Lakukan Aksi Demo di Depan DPRD Sumut, Ini Tuntutannya

Ratusan Massa Lakukan Aksi Demo di Depan DPRD Sumut, Ini Tuntutannya

Foto: Massa Aksi Demo

Sipayo.com – Sejumlah elemen masyarakat masih menyisakan perhatian atas berakhirnya perhitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Ratusan massa dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) masih melakukan kerusuhan di Kota Medan, tepatnya di depan DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol.

Aparat keamanan tampak kewalahan mengalihkan arus lalu lintas yang menghubungkan jalur inti kota ini.

Pantauan Wartawan di lokasi, ratusan pengunjuk rasa ini datang dengan mengendari sepeda motor.

Terlihat jika juga tiga mobil komando untuk mengangkut pengeras suara dan mereka yang berunjukrasa.

Koordinator aksi, Prabu Alam mengatakan, bahwa kedatangannya adalah bentuk kekecewaan kepada penyelenggara pemilu. Di mana mereka anggap pemilu banyak menyisakan banyak kecurangan.

“Kedatangan kami kemari untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, di mana pemilu yang telah berlangsung banyak sekali meninggalkan kecurangan,” jelasnya.

Akan tetapi, ia tidak menjelaskan secara detail, kecurangan apa saja yang telah terjadi selama proses pemilu.

Dengan pelantang suara, ia meminta kepada anggota DPRD Sumut untuk keluar dan menemui para aksi demonstran. “Ayo keluar anggota Dewan yang terhormat,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga meminta kepada seluruh peserta aksi untuk tertib selama menjalan aksi damai kali ini. “Kita semua harus tertib, jangan ada yang anarkis. Kalau ada yang ganggu kita lawan,” jelasnya.

Setelah menyampaikan orasinya, ia meminta kepada seluruh peserta aksi untuk melaksanakan salat Ashar di lokasi tersebut. Tidak hanya salat Ashar, ia juga meminta kepada semuanya yang telah hadir untuk terus berada di lokasi sampai petang usai.

“Semuanya harap di sini, sama-sama kita menyuarakan aspirasi kita sampai malam,” ucapnya.

Sambil menyuarakan aksinya, tak luput pula para pengunjuk rasa menyampaikan pernyataan sikap kepada pemerintah. Mereka menilai pemilu yang berlangsung telah menciptakan suasana gaduh di mana-mana.

“Kenapa masyarakat menjadi korban dari Kerusuhan itu. Kami minta tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.

Ia mengatakan, apabila permintaan mereka tidak bisa terealisasikan, pihaknya akan terus melakukan unjukrasa sampai pemerintah mengabulkannya.

“Kami rakyat Indonesia dan mahasiswa, akan melakukan gerakan reformasi,” ucapnya.

Berikut isi dari pernyataan sikap massa aksi:
– Batalkan keputusan KPU
– Diskualifikasi Pasangan Calon Presiden nomor urut 01
– Bebaskan tahanan tahanan politik terkait pelanggaran UU ITE
– Investigasi terhadap korban pemilu, penembakan rakyat oleh aparat kepolisian.
– Kembalikan Kedaulatan Rakyat Indonesia.

Tonton juga video berikut: