Tanaman Petani di 4 Kecamatan Terancam Gagal Panen Akibat Dihujani Abu Vulkanik Sinabung

Tanaman Petani di 4 Kecamatan Terancam Gagal Panen Akibat Dihujani Abu Vulkanik Sinabung

Sipayo.com – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo beberapa waktu yang lalu, menimbulkan dampak terhadap tanaman warga di empat kecamatan. Tanaman yang dihujani debu vulkanik Sinabung diperkirakan akan membuat tanaman warga gagal panen.

Keempat kecamatan terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung tersebut, diantaranya Kecamatan Namanteran, Simpangempat, Berastagi dan Kabanjahe.

Menurut keterangan salah satu petani, Renita Br Karo mengatatakan, abu vulkanik dikhawatirkan merusak tanaman warga.

“Kalau kena abu terus, bisa-bisa tanaman akan mati. Tanaman yang paling rentan mati akibat debu vulkanik, seperti cabai, terong dan wortel,” ujar Renita, Sabtu (11/5/2019).

Renita menerangkan, untuk dapat menghilangkan debu dari tanaman secara maksimal harus dilakukan penyiraman. Untuk itu, dirinya berharap hujan segera turun untuk menghilangkan abu dari tanamannya.

“Kalau enggak hujan juga paling digoyang-goyang aja pohonnya suapa jatuh abunya,” katanya.

Petani lainnya, Rianto mengatakan, untuk tanaman kopinya memang lebih tahan akan dampak abu vulkanik. Namun, Rianto tetap khawatir akan kualitas dan hasil panen kopi dari kebunnya akan menurun. “Ya biasanya bang kalo abu Sinabung enggak berpengaruh kali nya ke tanaman kita. Tapi tebalnya abu kayak gini buat kami takut juga,” ujarnya Rianto.

Gunung Sinabung masih berada pada level awas, sejak 2 juni 2015 hingga saat ini. Ketua Pos Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Api Sinabung Deri Al Hidayat menjelaskan, aktivitas Sinabung masih fluktuatif hingga saat ini.

Gunung Sinabung masih didominasi oleh hembusan dan gempa tektonik jauh yang menandakan aktivitas Sinabung masih tinggi. “Aktivitas sinabung masih berada pada level empat atau awas. Gunung Api Sinabung masih di dominasi oleh hembusan dan gempa-gempa tremor. Aktivitas Sinabung masih fluktuatif,” ujar Deri di Pos PVMBG.