Tangan Kanan Bupati Labuhanbatu Ini Divonis 4,5 Tahun Penjara, Ini Responnya

Tangan Kanan Bupati Labuhanbatu Ini Divonis 4,5 Tahun Penjara, Ini Responnya

Foto: Thamrin Ritonga saat Dipeluk Keluarga

Sipayo.com – Thamrin Ritonga selaku tangan kanan Bupati Labuhanbatu dijatuhi hukum 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 200 juta subsider 5 bulan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (27/05/2019).

Majelis Hakim yang dipimpin sependapat dengan Jaksa KPK. Hakim berpendapat bahwa terdakwa mengetahui proses suap menyuap dari Asiong kepada Pangonal dan dapat dikenakan Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dalam perkara ini terdakwa terbukti bersalah karena turut serta bersama dalam melakukan perbuatan sebagaimana disebut dalam Pasal 12 huruf a. Khususnya menerima suap dimana terdakwa mengetahui bahwa uang yang diterima dari Pangonal sebagai fee proyek agar memberikan proyek-proyek yang ada di lingkungan Pemkab Labuhanbatu,” tutur Hakim dalam amar putusan.

Selama persidangan, Thamrin yang mengenakan baju koko cokelat lengan panjang serta peci kuning ini tampak tertunduk dan sesekali menatap Hakim yang membacakan putusan dengan tatapan kosong.

Usai dibacakan putusan tersebut, Thamrin tampak melihat ke kanan dan ke kiri dengan tatapan kosong saat ditanyai Hakim Syafril bagaimana tanggapan terhadap putusan tersebut.

Bahkan, Thamrin tampak berdiskusi dengan pengacaranya dan meminta supaya amar putusan dibacakan ulang. Akhirna permintaan tersebut dibacakan kembali oleh Hakim.

Terdakwa melalui pengacaranya mengakui masih akan pikir-pikir terhadap putusan tersebut. Putusan ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa yaitu penjara 5 tahun dengan dengan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan.

Usai persidangan, Thamrin langsung menyalami ketiga hakim dan seluruh Jaksa KPK. Dengan mata berkaca-kaca Thamrin langsung mendatangi keluarganya yang telah menunggu di ruang sidang cakra utama.

Langsung saja, Thamrin ikut memeluk istrinya yang mengenakan jilbab biru dan ikut menangis bersama keluarga.

Beberapa menit Thamrin bersama keluarganya, Jaksa langsung menggiring Thamrin ke ruang tahanan sementara. 

Saat ditanyai wartawan , Thamrin menyebut bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses suap yang dilakukan bupati dan mengaku yang terjadi pada dirinya adalah takdir.

“Aku tidak ada bilang apa-apa, serahkan aja sama yang kuasa, memang enggak ada melakukan korupsi itu, tapi ya sudahlah, sudah takdir itu semuanya, putusannya terima dengan lapang dadalah, walaupun itu keputusannya, ya kan? Aku enggak paham, itu. Udah lah, makasih ya,” pungkas Thamrin.