Ulat Grayak asal Amerika Serikat Resahkan Petani Jagung di Kabupaten Dairi

Ulat Grayak asal Amerika Serikat Resahkan Petani Jagung di Kabupaten Dairi

Sipayo.com – Sebagian besar petani jagung di sejumlah kecamatan di Kabupaten Dairi mengaku resah. Hal tersebut terkait dengan maraknya hama ulat grayak yang menyerang tanaman jagung mereka.

Akibat serangan hama ulat tersebut, daun-daun tanaman jagung mereka berlubang-lubang, sehingga membuat pertumbuhan jagung menjadi terganggu.

Petani jagung di Kecamatan Tanah Pinem, Cinor Kaban, mengaku hama ulat grayak sudah mulai mengganas di daerah tersebut sejak bulan Maret 2019 lalu. Meski sudah berlangsung 2 bulan lebih, namun tim pengendali hama dari Dinas Pertanian belum juga turun.

“Kami sudah kehabisan akal. Serangan semakin mengganas, sehingga membuat tanaman gagal tumbuh bagus,” ungkap Bonitra, Minggu (26/5/2019).

Hama ulat grayak, lanjut Bonitra, paling banyak menyerang perladangan jagung di Kecamatan Tanah Pinem, Kecamatan Gunung Sitember, dan Kecamatan Tiga Lingga.

Petani jagung lainnya asal Kecamatan Gunung Sitember, Kasim Tarigan mengatakan, akibat serangan hama ulat grayak ini, hasil panen diprediksi anjlok.

“Jika pertumbuhan tanaman terganggu, otomatis buah jagung yang dihasilkan pun akan sedikit,” ujar Kasim.

Para petani berharap, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian turun ke lapangan guna mengatasi persoalan hama ulat grayak ini.

Sementara itu, seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Idham Sakti Harahap pernah mengingatkan potensi serangan hama ulat spodoptera frugiperda (fall armyworm) yang merusak tanaman jagung.

Pakar hama dan penyakit tumbuhan IPB ini menyatakan hama ulat spodoptera frugiperda ini berasal dari Amerika Serikat (AS).

Kerusakan akibat hama ulat itu jauh lebih besar daripada hama ulat yang sudah ada di Indonesia.

“Hama ini sudah mewabah di Myanmar, India, Thailand, dan Filipina. Dan menurut informasi sudah mulai masuk ke Indonesia di beberapa daerah,” kata Idham beberapa waktu lalu.