33 Rumah Ludes Terbakar di Sei Berombang, Kapolsek : Diduga Ada 4 Korban Jiwa

33 Rumah Ludes Terbakar di Sei Berombang, Kapolsek : Diduga Ada 4 Korban Jiwa

Foto: Lokasi Kebakaran

Sipayo.com – Kebakaran yang melanda pemukiman warga Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu dini hari tadi sekira pukul 03.30 WIB tepatnya di Jalan Ahmad Yani Sei Berombang akhirnya dapat dipadamkan sekira pukul 08.WIB. Sebelumnya, sebagaimana tadi pagi diberitakan Sipayo.com sesuai keterangan dari Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto jumlah rumah warga  yang terbakar baru berjumlah 10 rumah.

“Api sekira pukul 07.30 sudah bisa dikendalikan dan sekira pukul 08.WIB api sudah dapat dipadamkan,” kata AKP Budiarto menjawab Sipayo.com via selular, Rabu (6/6). 

Menurut keterangan Budiarto, jumlah rumah warga yang terbakar berjumlah 33 rumah. Sedangkan rumah warga yang sengaja dihancurkan oleh warga bertujuan mencegah agar api tidak terus menjalar berjumlah tiga rumah. Ditanya apa ada korban jiwa dari tragedi kebakaran tersebut, Budiarto belum berani memastikan adanya korban jiwa. Tetapi ada dugaan 4 korban jiwa dari musibah itu. 

“Kita dari awal kejadian terus di lapangan bersama warga berusaha memadamkan api. Korban jiwa belum bisa kita pastikan berapa korban jiwa. Tetapi dugaan ada 4 korban jiwa. Yaitu warga yang akrab di sapa dengan panggilan si Pangku beserta istrinya dan kedua anaknya yang belum kita temukan. Tetapi nanti setelah ada identifikasi dari Polres Labuhanbatu baru kita bisa memastikan berapa korban jiwa,” terang Budiarto

Ditanya lagi apa sudah didapat keterangan darimana sumber api, Budiarto mengatakan belum mengetahui hal itu sebab masih menunggu identifikasi dari Polres. Dari keterangan warga yang dihimpun Sipayo.com, api sudah bisa dikendalikan oleh masyarakat sebelum mobil pemadam kebakaran tiba dari Rantauprapat.

“Mobil pemadam kebakaran ada 2 unit yang didatangkan dari Rantauprapat. Karena jarak tempuh yang cukup jauh kita maklum. Sehingga ketika mobil pemadam kebakaran tiba api sudah bisa dipadamkan atau dikendalikan oleh warga,” ujar sumber.

Menurut sumber, kerugian dari musibah itu mencapai milyaran rupiah. Sementara Nani warga setempat mengaku merasa cemas dan trauma atas kejadian musibah itu. 

“Kami takut dan masih trauma, baru satu tahun lebih yang lalu habis rumah kami dan keluarga kami, kini kebakaran lagi, takut sekali kami Pak,” imbuh Nani. (Joko W)