7 Korban Kecelakaan di Semarang Dimakamkan Dalam Satu Liang

7 Korban Kecelakaan di Semarang Dimakamkan Dalam Satu Liang
Foto: 7 Korban Kecelakaan di Semarang Dimakamkan Dalam Satu Liang (Istimewa)

Sipayo.com – Tujuh Korban kecelakaan maut antara KBM Toyota Avanza bernopol B-157-NIK dan KBM Bus Mercedes Benz Rosalia Indah nopol AD-1451-DF di jalan Boyolali menuju Salatiga, Minggu (23/6/2019) kemarin.

Tujuh korban telah tiba di rumah duka Senin dini hari (24/6/2019). Tujuh korban dimakamkan secara berdampingan di satu liang lahat yang digali menggunakan alat berat.

Begitu datang di rumah duka, 7 korban kecelakaan maut di Semarang ini kemudian dibawa ke masjid desa setempat untuk disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman desa yang ada di Dusun Babatan, Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup. Kedatangan 7 jenazah di rumah duka ini langsung disambut isak tangis sanak dan kerabat korban.

“Korban masih satu keluarga,” kata salah seorang kerabat korban, Sugianto.

Ketujuh korban yang dimakamkan di Lamongan tersebut masing-masing adalah M Imam Sholahuddin (44), warga kelurahan Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan yang merupakan pengemudi Mobil Toyota Avanza B 157 NIK; Masyhuda Zainuddin (64) dan Sutarsih (61) yang adalah orangtua dari Masyhuda; pasutri M Affandi (61) dan Umi Hanik 57, saudara dari Sutarsih dan Diyah Sriwulandari (24) keponakan dari M Imam Sholahudin.

“Satu korban lagi kini masih dalam perawatan di rumah sakit Semarang,” katanya.

Kepala Desa Sumberdadi Sugiono mengatakan untuk mempermudah proses pemakaman, warga mengerahkan satu alat berat untuk menguburkan jenazah ketujuh korban kecelakaan maut tersebut.

“Korban dimakamkan di pemakaman desa secara berdampingan,” ungkap Sugiono.

Satu keluarga ini, lanjut Sugiono, tinggal di satu desa dengan jarak rumah yang berdekatan. Rumah Imam Sholahuddin dan rumah Afandi pun berdekatan. Sementara, untuk korban lainnya tinggal agak jauh tapi masih dalam satu dusun.

Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi antara Toyota Avanza dengan Bus Rosalia Indah di Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Kejadian tersebut menewaskan tujuh orang. (dtk)