Alamak! Barbie Kumalasari Mengaku Berhubungan Intim 8 Kali Sehari, Ini Penjelasan Dokter

Alamak! Barbie Kumalasari Mengaku Berhubungan Intim 8 Kali Sehari, Ini Penjelasan Dokter

Foto: Barbie Kumalasari

Sipayo.com – Artis sinetron Barbie Kumalasari pada awal pernikahan menganggap hubungan intim harus dilakukan sesering mungkin. Menurut Barbie, hubungan intim harus rajin dilakukan suami istri agar rumah tangga harmonis.

“Ya buat saya, berhubungan intim sama saja berolahraga karena membakar kalori kan,” tutur Barbie Kumalasari saat ditemui di Gedung Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2019).

Perempuan yang akrab disapa Kumalasari mengaku, hubungan intim kerap dilakukannya selama tiga tahun pernikahannya dengan Galih Ginanjar sang suami.

Bahkan, awal pernikahannya pada tahun 2015, dia dan sang suami biasa melakukannya hingga berkali-kali.

“Waktu awal-awal nikah sih sehari 8 kali berhubungan intim sama suami,” ucap Kumalasari.

Akan tetapi saat ini, intensitas hubungan suami istri semakin berkurang dilakukan oleh artis yang dikenal lewat perannya sebagai Mbok Ijah di sinetron Bidadari (2000).

“Ya sekarang sih berkurang ya bukan delapan kali lagi. Ya sehari tiga kali lah berhubungan intim. Lama-lama kewalahan juga (sehari delapan kali),” ucapnya.

Lalu apakah hubungan istri sebanyak 8 kali sehari tidak berbahaya buat kesehatan?

Seorang pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha, DSOG, MARS membeberkan sebetulnya tak ada batasan frekuensi hubungan intim. Artinya, berapa kali suami-istri melakukan hubungan seksual selalu kembali kepada mood dan kemauan mereka.

“Sepanjang keduanya berhasrat, sanggup melakukannya, dan sama-sama menikmatinya, kenapa tidak?” ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang juga konsultan seksologi ini.

Namun, sesuai ritme tubuh kendati tak ada pola baku, Boyke menganjurkan agar suami istri berhubungan intim secara teratur 1-4 kali seminggu. Pertimbangannya, frekuensi tersebut sesuai ritme tubuh atau kondisi fisiologis pria maupun wanita.

“Produksi sperma oleh buah zakar boleh dibilang sudah memenuhi kuota penampungan dalam kurun waktu tiga hari. Nah, kalau bisa mengikuti ritme fisiologis tersebut, kan bagus. Apalagi lantaran produksi ini memang harus dikeluarkan secara teratur sesuai waktu atau batas kuota alamiah tadi.” ujar Boyke.

Adapun pada wanita justru memperbesar kemungkinan merasakan kenikmatan seksual lebih lama. Soalnya, kondisi fisiologisnya memungkinkan kaum hawa merasakan kenikmatan hubungan seksual selama seminggu. Dengan begitu, bukankah kenikmatan yang dirasakannya akan berganda bila sebelum habis masanya ia kembali memperoleh kenikmatan baru?

Jadi, tegas Boyke, para istri tak perlu khawatir dirinya bakal kebal alias tak bisa merasakan orgasme atau kenikmatan seksual lagi. Bahkan, pola 1-4 kali seminggu ini malah memberikan keuntungan kesempatan istirahat sejenak pada organ-organ tubuh wanita maupun pria, bila memang diperlukan demikian.

Meski pada dasarnya, seberapa sering pun kita melakukan hubungan seksual, bila dilakukan dalam batas-batas wajar, takkan merusak organ vital kedua belah pihak. Sebab, baik alat kelamin pria maupun wanita diciptakan begitu rupa untuk beradaptasi terhadap kondisi apa saja.

Perlu diingat bahwa frekuensi yang terlalu sering, misalnya 6-8 kali seminggu, membuat energi kita terkuras habis sehingga badan jadi loyo. Terlebih pada pria, hal ini terasakan sekali.

Soalnya, di dalam sperma terkandung berbagai protein, asam amino, dan asam esensial lainnya.

Bisa dihitung kan berapa banyak energi cadangan yang dibutuhkan bila untuk sekali berhubungan saja diperlukan energi minimal setara dengan energi yang terpakai untuk lomba lari 2 x 100 meter atau bergegas naik tangga 3 lantai.

Itu baru sekali lo, bagaimana kalau 3-4 kali sehari selama seminggu penuh terus-menerus, misalnya.

Boyke menyarankan agar kita pandai-pandai mengatur strategi, misalnya memilih hari secara berselang-seling: Minggu-Selasa-Kamis-Sabtu atau Senin-Rabu-Jumat-Sabtu.

Dengan begitu, ada tenggang waktu untuk memulihkan kondisi tubuh agar siap berhubungan intim kembali, di samping memanfaatkan hari-hari tersebut seoptimal mungkin sehingga memberikan kesan mendalam yang akan memperkokoh hubungan emosional suami istri.

Frekuensi hubungan seksual yang terjaga secara teratur ini juga memberi manfaat lain, di antaranya membuat kita tampak fresh, lebih sehat, awet muda, dan ceria.

Lebih lanjut, menurut Boyke, pernah ada penelitian yang menyebutkan, mereka yang melakukan hubungan seksual secara sehat dan teratur umurnya lebih panjang empat tahun dibandingkan dengan yang tidak.

Melansir Health, hubungan intim merupakan hal normal dan kecocokannya menjadi penentu keberhasilan sebuah hubungan romantis. Berdasarkan data dari Kinsey Institute, pada usia 18 – 29 tahun rata-rata orang berhubungan badan 112 kali per tahun.

Dikaitkan dengan hubungan suami istri, Terapis Pasangan, Barry McCarthy menganjurkan pasangan berhubungan badan paling tidak satu hingga dua kali per minggu. Intensitas tersebut menjadi faktor meningkatkan hubungan seksual yang sehat.

Selama kedua pihak menikmati, tak ada batasan seberapa banyak pasangan sebaiknya melakukan hubungan badan. Akan tetapi yang perlu diwaspadai ialah jika dorongan berhubungan badan dengan pasangan justru menjadi penghalang kita berkegiatan normal sehari-hari.

Kuncinya ialah bukan memenuhi keinginan satu orang saja, tetapi evaluasi bersama-sama seperti apa kehidupan berpasangan, termasuk urusan ranjang, yang dapat memuaskan semua pihak.