Lapangan Bola Kaki Bilah Hilir Sediakan Makanan Lembu dan Kambing

Lapangan Bola Kaki Bilah Hilir Sediakan Makanan Lembu dan Kambing

Foto: Kondisi Lapangan Bola Kaki Di Kecamatan Bilah Hilir

Sipayo.com – Kondisi semak rumput lapangan bola kaki Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu yang berlokasi di tepi Jalan Lintas Negeri Lama-Tanjung Sarang Elang  menuai sorotan dan kritik tajam dari masyarakat. 

Pasalnya, lapangan bola kaki kebanggaan warga Kecamatan Bilah Hilir itu terkesan tidak terawat sama sekali. Lapangan itu kondisinya tidak indah dipandang mata dan memalukan. Sebab kondisinya begitu semak dan dipenuhi rumput yang ketinggiannya mencapai hampir 1 meter. Kritikan itu dilontarkan salah seorang warga sekaligus pemerhati pembangunan di wilayah pantai Soewardhie kepada Sipayo.com, Senin (10/6) di Negeri Lama.

Soewardhie menghimbau, bagi warga yang memiliki hewan ternak seperti Lembu dan Kambing, dipersilahkan membawa hewan ternaknya ke lapangan bola kaki Kelurahan Negeri Lama. 

“Mungkin Camat Bilah Hilir dan Lurah Negeri Lama tidak memiliki anggaran untuk perawatan lapangan itu. Kalau lembu dan kambing digiring ke lapangan itu kan bersih rumputnya. Kan lumayan, pengurangan budjet anggarannya bisa lewat lembu dan kambing,” kata Soewardhie. 

Camat Bilah Hilir Bangun Siregar S.Pd menjawab konfirmasi Sipayo.com via selular tentang perawatan lapangan bola kaki tersebut mengatakan perawatan itu tanggung jawab Kelurahan.

“Perawatan itu tanggung jawab Lurah,” ujar Bangun. 

Lurah Negeri Lama H. Sahril S. Pd akrab disapa Haji Muda kepada Sipayo com mengakui perawatan lapangan bola kaki itu tanggung jawab kelurahan. Tetapi, lanjut Sahril, anggaran perawatan untuk hal dimaksud tidak ada di dalam APBD mau pun ADK ( Alokasi Dana Kota).

“Gak ada anggaran untuk itu. Selama ini pihak perusahaan perkebunan yang membabatkan rumput itu. Tetapi uang minyak dan uang makan yang bekerja kita bayar. Tiga ratus ribu juga sehari kita berikan,” sebut Sahril. 

Sedangkan kondisi semak lapangan seperti itu, tambah Sahril, membabat rumputnya bisa mencapai tiga hari baru bisa clear.

“Satu hari saja saya beri tiga ratus ribu kepada pekerjanya. Kalau sampai tiga hari sudah berapa? Darimana mau saya cokohkan uangnya? Anggaran untuk itu gak ada,” Keluh Sahril yang mengaku uang pribadinya selama ini untuk biaya perawatan lapangan tersebut. (Joko W).