Menkominfo Sebut Tak Ada Pembatasan Medsos Dalam Sengketa Pilpres

Menkominfo Sebut Tak Ada Pembatasan Medsos Dalam Sengketa Pilpres
Foto: Menkominfo, Rudiantara (Net)

Sipayo.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pihaknya tidak akan melakukan pembatasan akses media sosial jelang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019 yang akan berlangsung pada 14 hingga 28 Juni mendatang.

Menurutnya, kini penyebaran informasi hoaks sudah lebih menurun ketimbang ketika terjadinya kerusuhan di sekitar Bawaslu pada 21-22 Mei yang memaksa pihaknya melakukan pembatasan aktivitas di medsos.

Saat menghadiri acara pisah sambut anggota Dewan Pers, di Jakarta Pusat, pada Rabu 12 Juni 2019 Malam, Rudiantara mengatakan. “Waktu tanggal 22 itu hoaks yang beredar banyak. URL (uniform resource locator) artinya kanal yang dipakai penyiberan juga banyak,” Jelasnya.

Ia menjelaskan, penerapan pembatasan akses media sosial pada 21-22 Mei dipicu maraknya unggahan dan unduhan konten foto serta video di beberapa platform. Namun kini, pihaknya telah menonaktifkan akun-akun penyebar berita bohong tersebut.

“Masih ada hoaks, karena hoaks itu kan enggak pernah hilang, tapi URL-nya yang dipakainya sudah di level 100,” ujar Rudiantara.

Ia menyebut bila kembali terjadi peningkatan penyebaran hoaks yang siginifikan, bukan tidak mungkin Kemenkominfo kembali membatasi akses di dunia maya.

“Ya saya sih berharapnya tidak (ada peningkatan penyebaran berita hoaks). Masyarakat juga ini menjadi tanggung jawab dunia media sosial tidak mengunakan sebagai alat menghasut ya,” kata Rudiantara.