Musa Rajekshah Minta Pejabat Nonjob Tetap Masuk Kerja

Musa Rajekshah Minta Pejabat Nonjob Tetap Masuk Kerja

Foto: Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah

Sipayo.com – Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah meminta kepada seluruh aparatur sipil negara atau ASN untuk tidak mempermainkan waktu kerja atau hanya datang ke kantor untuk mengisi absen saja.

Pesan ini, katanya, termasuk juga untuk para pejabat eselon dua yang beberapa waktu lalu dinonjobkan oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Menurutnya, para pejabat yang dinonjobkan cenderung enggan datang ke kantor karena malu mengalami penurunan jabatan.

“Bukan berarti karena tidak ada jabatan jadi suka-sukanya masuk,” katanya, seusai melaksanakan rapat Paripurna di DPRD Sumut, Rabu (19/6/2019).

Musa Rajekshah mengimbau kepada seluruh ASN untuk taat pada aturan jam kerja. Jangan hanya menikmati fasilitas berupa tunjangan saja. Pria yang akrab disapa Ijeck mengatakan akan melakukan pengawasan kepada seluruh ASN baik itu yang telah dinonjobkan.

“Saya akan periksa dulu. Kalau ada yang seperti itu, akan saya berikan teguran kepada mereka,” jelasnya.

Ia menyampaikan, apabila perihal itu benar terjadi, pihaknya akan memberikan teguran kepada ASN yang berani membolos atau hanya datang untuk mengisi absen saja. Baginya, seorang ASN harus bekerja untuk melayani rakyat, tanpa memandang jabatan apapun. Sebab, seorang pegawai negeri sipil digaji oleh rakyat.

“Seorang ASN harus bekerja untuk melayani rakyat,” ucapnya. Lalu, Ijeck juga mengatakan, bahwa kelakuan tersebut pastinya membuat citra buruk bagi pemerintah Sumut. “Pastinya, ini sudah kelakuan yang buruk,” katanya.

Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) menyebut, ada sanksi berat kepada pegawai yang berani tidak masuk kantor selama enam hari berturut-turut. Apalagi perihal ini dilakukan oleh pejabat Eselon Dua yang telah dinonjobkan oleh Gubernur Sumatera Utara.

“Tetap harus menjalankan kewajiban, pejabat yang dinonjobkan tidak boleh malu untuk masuk kantor,” kata Asisten Komisi ASN Bidang Promosi dan Advokasi, Nurhasni.

Ia mengatakan, seorang ASN harus patuh terhadap peraturan yang sudah diatur, apabila itu tidak dilakukan maka akan melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

“ASN tetap punya kewajiban untuk masuk kantor. Banyak alasan ASN tidak masuk kantor, ASN harus punya logika,” jelasnya.

Nurhasni mengatakan, tidak ada alasan apapun seorang ASN tetap harus masuk kantor, kecuali dirinya sedang menjalankan tugas luar.

“Tetap tidak masuk kantor tanpa ada alasan sudah melanggar disiplin,” katanya.

Jika pejabat yang dinonjobkan itu tetap tidak masuk kantor, kata dia, pimpinan OPD sudah harus melakukan evaluasi kepadanya.