Polisi Bersama KPAI Usut Dugaan Pekerja Anak di Pabrik Mancis yang Terbakar

Polisi Bersama KPAI Usut Dugaan Pekerja Anak di Pabrik Mancis yang Terbakar

Foto: Pabrik Mancis yang Terbakar di Langkat

Sipayo.com – Polisi mendalami kemungkinan PT Kiat Unggul, perusahaan induk ‘pabrik’ korek gas yang terbakar di Binjai, Langkat, Sumatera Utara, mempekerjakan anak di bawah umur. Sejumlah saksi diperiksa untuk mendalami dugaan tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan (Rina adalah pekerja di bawah umur). Nanti dari hasil pemeriksaan para saksi kalau misal bukti cukup, akan mengarah ke sana (Undang-undang Perlindungan Anak),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019).

Pada Jumat (21/6), terjadi kebakaran hebat di pabrik mancis yang terletak di Dusun 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sebanyak 30 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa tersebut.

Jasad Rina teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Medan melalui pemeriksaan gigi. Jasadnya teregistrasi di instalasi forensik dengan Nomor 17. Berdasarkan hasil identifikasi, Rina lahir pada 3 Mei 2004.

Terkait hal tersebut, Dedi menuturkan penyidik akan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara dan KPAI setempat.

“Tentunya nanti dari penyidik akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat, kemudian juga dengan KPAI dalam rangka untuk menjerat juga Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan Pasal 188 masalah kelalaian menyebabkan kebakaran,” jelas Dedi.

Berdasarkan keterangan saksi, para korban terjebak dalam api lantaran pintu depan ‘pabrik’ terkunci. Menurut keterangan para saksi, aktivitas pembuatan mancis PT Kiat Unggul tertutup.

Polisi menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus ini. Ketiganya langsung ditahan di Mapolres Binjai.

Ketiga orang yang ditahan adalah Indramarwan (36) sebagai pemilik usaha, Burhan (37) sebagai manajer, kemudian Lisnawari (43) sebagai supervisor. Sebelum dilakukan penahanan terhadap ketiga tersangka, menurut dia, penyidik terlebih dahulu melakukan pemeriksaan atas ketiganya di Mapolres Binjai.