Jalan Ke PMKS Cisadane di Portal Warga Labuhanbatu

Jalan Ke PMKS Cisadane di Portal Warga Labuhanbatu

Foto: Gerbang Masuk PT Cisadane Sawit Raya/(Joko W)

Sipayo.com – Truck pengangkut CPO ke Perkebunan PT Cisadane Sawit Raya Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hlir, Kabupaten Labuhanbatu di stop oleh warga setempat pada Jumat (12/7) sekira pukul 08.00 WIB.

Penyetopan itu dilakukan dengan pemasangan portal  dan tertulis pada plank di samping portal pasal 551 KUHP.  Alasan penyetopan itu dilakukan karena badan jalan yang dilintasi oleh armada perusahaan perkebunan PT Cisadane Sawit Raya (CSR) belum ada ganti rugi antara pihak perusahaan dengan pemilik tanah A. Yani (54) warga Dusun 3 Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir.

Ahmad Yani, kepada Sipayo.com mengatakan sebelumnya sudah melakukan penyampaian kepada perusahaan melalui Kepala Desa Sei Tampang Mhd Asmui agar perusahaan mengganti rugi tanah miliknya yang menjadi badan jalan yang dilalui oleh perusahaan perkebunan tersebut.

“Tetapi tidak ada respon sama sekali dari pihak perusahaan,” kata Ahmad Yani di lokasi pemasangan portal.

Selain mediasi melalui kepala desa, lanjut Ahmad Yani, pertemuan mediasi juga dilakukan di kantor Camat Bilah Hilir. Namun hasil pertemuan itu tidak ada titik terang.

“Jawaban pihak perusahaan mengatakan itu urusan jakarta. Karena tidak ada tanggapan dari perusahaan maka saya pasang portal. Tidak saya izinkan Truck yang mengangkut CPO perusahaan itu melintas di atas tanah milik saya,” ujar Ahmad Yani.

Selain pemasangan portal, Ahmad Yani memberikan kuasa hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum Bela Rakyat Indonesia yang diketuai Halomoan SH.

Sementara itu Surya, selaku tokoh pemuda di desa tersebut mengatakan tetap memberikan dukungan kepada Ahmad Yani baik secara moril dan materil dalam masalah itu.

“Kita akan tetap terus membantu Pak Ahmad Yani. Karena ini soal hak. Selain saya warga setempat juga mendukung aksi pemasangan portal ini. Kalau tidak ada penyelesaian ganti rugi dari perusahaan aksi akan terus berlanjut,” terang Surya.

Manajer Perkebunan PT Cisadane Sawit Raya Roni Hasudungan dikonfirmasi Sipayo.com diminta tanggapannya ataa aksi tersebut tidak bersedia memberikan statmen apa pun. 

“Saya tidak berani memberikan statemen apa pun Pak.Maaf ya Pak,” sebut Roni.

Ditanya apa warga yang mengklaim jalan itu milik warga sudah pernah mengajukan permohonan ganti rugi kepada perusahaan, Roni berkilah untuk menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan.”Silahkan tanyakan saja kepada yang bersangkutan ya Pak,” jawabnya singkat.

General Manajer perusahaan  perkebunan PT Cisadane Sawit Raya Ir. Dwi Wijiyanto ditelepon berulangkali oleh Sipayo.com guna dikonfirmasi tidak berkenan mengangkat panggilan.

Pantauan Sipayo.com di lapangan personil Polsek Bilah Hilir Kanit Reskrim Ipda Sahat Simbolon dan anggotanya turun ke lokasi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekira pukul 15.30 WIB truck pengangkut CPO yang di stop dilepaskan dan masuk ke perusahaan tersebut. Info yang dihimpun truck dilepaskan, tetapi tidak akan diberi keluar melintasi jalan tersebut sebelum ada titik penyelesaian dengan pemilik tanah.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Ery Prasetyo dikonfirmasi Sipayo.com via selular memgatakan pihak polisi sedang mendudukan masalah itu lewat muspika. 

“Namun hasil mediasi deadlock, karena itu selanjutnya mediasi akan dilakukan di tingkat Polres Labuhanbatu,” terang Ery.(Joko W).