Mediasi Mentok, Massa dan Mahasiswa Pasang Portal Jalan ke PT CSR

Mediasi Mentok, Massa dan Mahasiswa Pasang Portal Jalan ke PT CSR

Foto: Aksi Aliansi Masyarakat Mahasiswa Peduli Hukum dan warga Desa Sei Tampang demo di depan gerbang masuk PT Cisadane Sawit Raya/(Joko Warsito Erlambang).

Sipayo.com – Aliansi masyarakat mahasiswa peduli hukum (AMMPH) dan beberapa masyarakat Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir melakukan aksi demo di Jalan menuju ke PT Cisadane Sawit Raya, Selasa (23/7).

Aksi demo dimulai sekira pukul 08.00 WIB dipimpin oleh  Surya selaku koordiantor aksi demo AMMPH dan masyarakat  melakukan orasi dan memasang portal menyetop truck tangki yang memgangkut CPO ke PMKS PT Cisadane Sawit Raya.

Terjadinya aksi demo ini disebabkan perusahaan perkebunan PT Cisadane Sawit Raya tidak mau mengganti rugi sebisang tanah yang diklaim milik Ahmad Yani dan menjadi badan jalan menuju PT tersebut.

Ketua koordinator aksi Suryadi akrab dipanggil Surya di lokasi demo kepada Sipayo.com mengatakan aksi ini dilakukan akibat mediasi antara pihak perusahaan dengan Ahmad Yani yang mengkuasakan hal itu kepada Lembaga Bantuan Hukum Bela Rakyat Indonesia (LBH-BRI) tidak ada titik temu alias deadclok.

“Mediasi mentok.Makanya kami lakukan aksi ini,” kata Suryadi.

Menurut Surya, pemilik tanah, Ahmad Yani tidak pernah menerima ganti rugi saturupiah pun dari perusahaan. Namun, lanjutnya, perusahaan mengklaim telah  pernah membayar ganti rugi tanah tersebut. Anehnya, tambah Surya, ganti rugi yang dimaksud oleh perusahaan kepada PT Cisadane Sawit Raya antara Zulkarnaen dan perusahaan. Bukan kepada Arbaiyah orang tua Ahmad Yani.

Di tempat yang sama, Kuasa hukum LBH BRI  bagian pidana Edi Pane memgatakan aksi ini persoalan hak seseorang yang dikangkangi oleh perusahaan.

“Kita siap menyelesaikan masalah ini secara musyawarah. Tetapi perusahaan meminta lewat pengadilan. Maka terjadilah aksi ini. Juga saya tegaskan, selama perusahaan tidak menunjukkan itikad baik mengganti rugi lahan klien kami, aksi ini akan terus kami lakukan,” ungkap Edi.

Kanit Intelkam Polres Labuhanbatu Iptu Silalahi menemui Koordinator aksi Aurya dan kuasa hukum Ahmad Yani dari LBH BRI Edi Pane, mengatakan pihak perusahaan akan menurunkan Brimob untuk membongkar portal yang dipasang oleh warga dan yang melakukan aksi demo tersebut.

“Namun Kapolsek meminta kepada perusahaan agar hal itu tidak dilakukan. Agar tidak terjadi benturan dan hal yang tak diinginkan diminta truck yang melintasi jalan tersebut mengangkut CPO dilepaskan. Selanjutnya kedua pihak melakukan mediasi kembali di sertai Camat Bilah Hilir dan Kapolsek Bilah Hilir,” ujar Silalahi.

Pantauan di lapangan, truck tangki pengangkut CPO yang sebelumnya antri di jalan kembali melintas masuk ke perusahaan perkebunan tersebut.

Guna mencegah aksi anarkis, personil pengendali massa (Dalmas) dari Polres Labuhanbatu dan personil polsek Bilah Hilir dipimpin langsung Kapolsek Bilah Hilir AKP Ery Prasetyo dan Kanit Reskrim Ipda Sahat M. Lumbangaol SH diturunkan ke lapangan.

Pada aksi itu pihak perusahaan PT Cisadane Sawit Raya  ditemui Sipayo.com belum dapat memberikan keterangan.(Joko W)