Miris! Rumah Karyawan BUMN PTPN 4 Ajamu 1 Tak Layak Huni

Miris! Rumah Karyawan BUMN PTPN 4 Ajamu 1 Tak Layak Huni

Foto: Perumahan keryawan PTPN 4 Ajamu 1 Kecamatan Panai Hulu di Afdeling 1 yang kondisinya memperhatikan dan tak layak huni. (Joko W)

Sipayo.com – Perumahan karyawan perkebunan  PTPN 4 Ajamu 1, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu yang berlokasi di Afdeling 1 kondisinya sangat tidak layak dan memprihatinkan. Kondisi rumah karyawan tersebut dari kondisinya  tidak layak disebut rumah, tetapi lebih tepatnya di sebut barak.

Selain tampak pintu yang sudah jebol, atap seng pun sudah bertem-tempel nampak tak pernah berganti puluhan tahun dan sudah banyak yang pada bocor. Sedangkan dinding rumah karyawan yang terbuat dari papan tampak sudah pada lapuk.

Salah seorang ibu rumah tangga yang mengaku sebagai istri karyawan kebun tersebut dan menempati rumahtak layak huni itu ketika ditemui Sipayo.com Kamis (17/7), mengatakan rumah tersebut tidak pernah dapat perawatan.

“Bangunan rumah ini sudah lama Pak, karyawan yang nempati rumah ini sebelumnya sudah pensiun Pak. Kalau kami belum lama sih nempati rumah ini,” ujar istri karyawan tersebut yang tidak berani menyebutkan namanya.

Saat mula pindah ke rumah itu, lanjutnya, mereka harus mengganti atap seng yang sudah pada bocor dengan uang pribadi mereka sendiri. Karena perusahaan tidak pernah mengganti atap seng yang sudah lama dan sudah pada bocor.

Menurut wanita tersebut, karyawan yang menempati perumahan tak layak huni itu ada yang berstatus karyawan tetap dan masih ada juga karyawan BHL (buruh harian lepas).

Istri sang karyawan kebun itu sangat berharap perusahaan mau merehabilitasi rumah yang mereka tempati. Terasa miris katanya melihat rumah tetangga sesama karyawan yang dibangun dari batu dan layak huni.

“Kalau cemburu ya pastilah Pak lihat rumah kawan-kawan lain yang rumahnya cantik dan tidak kebocoran. Dindingnya batu, sengnya gak bocor-bocor seperti tempat kami ini,” ungkapnya.

Darmanto, selaku Sekretaris kordinator LSM TIPAN-RI (Tim Investigasi Penyelamatan Asset Negara-Republik Indonesia wilayah pesisir pantai Labuhanbatu diminta tanggapannya oleh Sipayo.com via selular tentang adanya kondisi rumah karyawan BUMN yang dinilai tak layak huni mengatakan hal itu tidak wajar.

“Sangat tidak wajar karyawan kebun milik BUMN dengan kondisi seperti itu sedangkan rumah dinas manajer berbangun megah bak istana,” sebut Darmanto.

Melihat realita perumahan karyawan tak layak itu  Darmanto merasa heran dan mempertanyakan kemana biaya anggaran perawatan untuk perumahan karyawan.

“Kemana biaya perawatan rumah dinas karyawan itu, itu nanti kita pertanyakan,” ujar Darmanto.

Manajer Perkebunan PTPN 4 Ajamu 1 Edi Harianto dikonfirmasi Sipayo.com via seluler terdengar nada masuk namun tidak berkenan mengangkat panggilan. Di SMS Via WhatsApp tentang ada tidaknya biaya perawatan perumahan itu hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi tidak berkenan memberikan balasan. (Joko W)