Persoalan Stone Crusher di Labuhanbatu Polisi Masih Memproses Permasalahan Hukum

Persoalan Stone Crusher di Labuhanbatu Polisi Masih Memproses Permasalahan Hukum

Foto: Salah satu mesin stone crusher yang diberi garis polisi di bantaran sungai Bilah Rantauprapat beberapa waktu lalu.

Sipayo.com – Penyidik Satreskrim Polres Labuhanbatu masih memproses permasalahan hukum terkait usaha stone crusher di bantaran Sungai Bilah Rantauprapat yang telah digaris police line awal Agustus 2019 lalu.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang dikonfirmasi Wartawan, Senin (19/8/2019) menegaskan, pihaknya masih mendalami perkara tersebut. “Masih proses mas,” terangnya.

Terpisah, KTU Cabang Wilayah IV Dinas ESDM Sumut, Zulkifli Peranginangin, Selasa (20/8/2019) mengakui telah dimintai keterangan oleh penyidik dan menjelaskan kepada polisi bahwa usaha itu diduga tidak memiliki IUP OP khusus sebagai usaha pemecah batu.

Sebelumnya, tanggal 1 Agustus 2019 menjelang petang, aparat kepolisian dari Satreskrim memasang police line terhadap sejumlah mesin stone crusher milik satu usaha di Desa Janji, Kecamatan Bilah Barat yang diduga tidak memiliki izin.

Menanggapi itu, seorang praktisi hukum, Nasir Wadiansan ditemui menjelaskan, terdapat beberapa jenis kasus yang ditangani kepolisian, yakni, perkara ringan, sedang, sulit dan sangat sulit.

Menurutnya, masalah stune crusher masuk kategori sedang. Sebab saksinya telah cukup, barangbukti petunjuk usaha telah diketahui, dugaan tindak pidana dilakukan dalam satu tempat dan faktor lainnya.

Disambung pria akrab disapa Lacin itu, ketegasan diperlukan untuk menjawab kepastian hukum terkait usaha stone cruser yang telah dipoliceline, setidaknya memaparkan perkembangan hasil penyidikan.

“Ini bertujuan menjamin kepastian seluruh pengusaha galian di Labuhanbatu dan apqbila bisnis ini berjalan dengan baik, maka pendapatan daerah juga memungkinkan bertambah,” paparnya.(Abi Pasaribu)