Plt Bupati Labuhanbatu Diminta Agar Pembayaran Gaji Guru MDTA Lancar, Jangan Beri Harapan Jika Tak Terlaksanakan

Plt Bupati Labuhanbatu Diminta Agar Pembayaran Gaji Guru MDTA Lancar, Jangan Beri Harapan Jika Tak Terlaksanakan

Foto: MDTA AL-Washliyah Desa Teluk Santoso, Kecamatan Panai Hulu.

Sipayo.com – Sejumlah guru-guru yang mengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Khususnya daerah Yang Jauh dari kota, pesisir pantai, memohon kepada bapak Plt Bupati agar Pembayaran Gaji Guru MDTA lancar seperti yang diharapkan oleh guru-guru.

Seperti yang dicurhatkan di akun media Facebook MDTA AL-Washliyah Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu.

dan meminta kepada Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi jangan memberikan harapan jika tak bisa terlaksanakan.

Sehingga guru-guru MDTA berharap-harap dan terharap-harap atas ucapan Plt Bupati Labuhanbatu diakhir tahun 2018 lalu saat diadakannya pelatihan guru diasrama haji saat itu.

“Untuk tahun 2019 nanti gaji guru MDTA Akan saya naikan dari 750 ribu perbulan menjadi 1 juta perbulan.Tapi setelah bertemu dengan tahun 2019 nyatanya masih tetap 750 tak jadi naik,” Kata Adlin Nasution Senin (12/8/2019) selaku kepala sekolah MDTA menirukan ucapan Plt Bupati.

Harapannya,dengan curhatannya dimedia sosial dan di Konfirmasi Sipayo.com dapat didegar oleh plt Bupati Labuhanbatu.

“Pastinya kita berharap apalagi yang berharap adalah guru-guru MDTA yang sudah tua-tua bahkan sudah nenek-nenek,” cetus Adlin.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Ahmad Mufli diKonfirmasi Sipayo.com mengatakan saat diadakan pelatihan tersebut Plt Bupati masih mengatakan wacana agar guru-guru MDTA gajinya dinaikan 1 Juta.Persoalan belum dibayarkan mengingat pemkab Labuhanbatu masih depisit anggaran.

“Sebenarnya sudah lumayan itu gaji mereka 750 ribu bantuan dari Pemkab. Termasuk guru MDTA paling tinggi diderah kita dibanding daerah yang lain,” bilang Mufli.

Sedangkan Kakan Kemenag Labuhanbatu Safiruddin diminta tanggapannya mengatakan sangat mendukung jika gaji guru-guru MDTA dibesarakan oleh pemerintah setempat.

“Kalau kita pastinya mendukung. Namun masalah realisasinya itukan urusan pemkabnya,” sebutnya. (Abi Pasaribu)