Himapol Indonesia: Realisasikan Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi

Himapol Indonesia: Realisasikan Pembangunan Jalan Tol Medan-Berastagi

Foto: Sekeretaris Divisi Sosial Himapol Indonesia, Jakonah Tarigan

Sipayo.com – Keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menolak usulan pembangunan Tol Medan-Berastagi telah memunculkan kritik dan kekecewaan bagi masyarakat beberapa Kabupaten di Sumatera Utara.

Kritik dan kekecewaan tersebut muncul lantaran masyarakat di beberapa Kabupaten, seperti Kabupten Karo, Deliserdang, Dairi, Simalungun, Humbahas, dan Papak Bharat tersebut bukan tanpa alasan, mengingat pembangunan jalan tol tersebut telah lama dinantikan untuk mempermudah akses menuju Kota Medan yang kerap dilanda kemacetan.

Salah satu tanggapan terkait penolakan jalan Tol Medan-Berastagi oleh Kementerian PUPR berasal dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia (Himapol Indonesia). Melalui rilis yang diterima redaksi sipayo.com, Jekanoiah Tarigan selaku Sekeretaris Divisi Sosial Himapol Indonesia mengatakan pembangunan jalan Tol Medan-Berastagi harus direalisasikan karena sangat berguna terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Sumatera Utara.

“Pembangunan jalan tol sangat berguna terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di Sumatera Utara, khususnya masyarakat Karo, Deliserdang, Dairi, Simalungun, Humbahas dan Pakpak Bharat yang sangat bergantung pada kualitas jalan Medan-Berastagi. Selain itu, daerah tersebut dekat dengan kawasan wisata Danau Toba, dengan demikian perlu adanya akses jalan yang mudah untuk mengembangkan kawasan di seputaran Danau Toba,” kata Jakonah, Senin (9/9/2019).

Jakonoh melanjutkan, dalam ilmu manajemen, logistik melibatkan kegiatan-kegiatan yang berfokus untuk mendapatkan jumlah yang tepat dari produk yang tepat (of the right products), ke tempat yang tepat (to the right place), pada waktu yang tepat (at the right time), dan pada biaya terendah (at the lowestposible cost). “Pembangunan jalan tol sangat berguna memperlancar kenderaan yang berlalu lintas di jalan raya dan memangkas waktu tempuh perjalanan,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Hampol Indonesia meminta kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Pemerintah Kabupaten/Kota yang berada di sekitaran Medan-Berastagi agar segera merealisasikan dan memperjuangkan jalan tol tersebut demi kepentingan rakyat Sumatera Utara yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang dihasilkan dari produk-produk pertanian, serta mempercepat mobilisasi dan distribusi barang dan jasa antar daerah melalui jalur darat.

“Dengan demikian, gelar provinsi yang sejahtera dapat kita sandang, dimana rakyat merasakan kemakmuran dari setiap program dan kebijakan pemerintah. Tingkat kejahatan pun berkurang karena pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. “Jadi pembangunan jalan tol dapat mengeloa dan memberi harapan masyarakat menuju kesejahteraan,” tutup Jakonah.