Kades Bilah: Belajar Bertanggung Jawab Terhadap Penggunaan Anggaran Negara

Kades Bilah: Belajar Bertanggung Jawab Terhadap Penggunaan Anggaran Negara

Foto: Kepala Desa dan Ketua BPD Memimpin Rapat Didampingi Babinkabtinas dan Unsur Lembaga Lainnya/(Joko W).

Sipayo.com – Akibat rendahnya swadaya manusianya dan rasa kurangnya ingin memajukan desa dalam hal peningkatan pendapatan asli desa yang menyebabkan kegagalan pengelolaan anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat ke desa.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Desa Bilah, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Junaidi Lubis, dalam rapat musyawarah penggunaan dan sekaligus hal pengelolaan dana Bumdes (badan usaha milik desa) yang dialihkan kembali menjadi dana desa di Kantor Kepala Desa Bilah, Kamis (12/9) yang dihadiri  kelompok tani, Babinkambtibmas, lembaga kemasyarakatan dan tokoh masyarakat.

Menurut Junaidi, selama ini dana bumdes yang tersimpan di rekening bumdes Desa Bilah masih utuh tetap tersimpan dan belum terpakai satu rupiah pun. Tertonggoknya dana itu dan belum digunakan karena ia tidak ingin salah dalam penggunaan dana itu yang akhirnya mubazir tak bermanfaat.

“Di Labuhanbatu belum ada satu pun bumdes yang benar-benar sukses. Hampir 90 persen semua gagal. Kita tidak ingin hal itu terjadi pada desa kita. Sebab itu, usaha yang tepat kita pikirkan dengan matang, agar uang negara itu bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa kita,” kata Junaidi.

Sehubungan pengurus bumdes mengundurkan diri, lanjut Junaidi, maka dana di rekening bundes dikembalikan ke rekening desa. Selanjutnya pengelolaan usaha di desa itu akan dikelola oleh kelompok masyarakat.

Adapun faktor pemicu kegagalan pengelolaan bumdes, sebutnya kembali, dikarenakan rendahnya SDM pengelola bumdes dan aparatur pemerintahan desa. Hal itu disebabkan para pengurus bumdes dan pemerintahan desa terkadang kurang bersinergi, ditambah lagi mereka merasa tidak punya beban dalam mengelola anggaran tersebut.

“Bisa dikelola ya dikelola, kalau gak bisa ya gak masalah. Kalau pun tumpur uang negara kok, bukan uang kita. Sikap atau pola pikir seperti ini yang menyebabkan pengelolaan bumdes di labuhanbatu mengalami kegagagalan. Rasa tanggung jawab mengelola anggaran dari negara sama sekali tidak ada. Padahal seharusnya, dengan adanya bantuan dari pemerintah itu kita manfaatkan dan kita kembangkan untuk peningkatan ekonomi kita dan kemajuan desa kita,” ungkap Junaidi yang notabenenya Ketua Apdesi Kabupaten Labuhanbatu

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua BPD Desa Bilah Bunyamin, terjadi argumentasi yang cukup alot dalam hal menentukan usaha atau kegiatan yang mau dikelola.

Sebagian masyarakat ingin dana itu dibelikan kambing, sedangkan sebahagian ingin membelikan lahan untuk dijadikan lahan perkebunan.

Pada akhirnya hasil skor suara 10 banding 4 lebih memilih dana bundes yang dikembalikan ke desa sebesar Rp. 392.000.000 itu diambil Rp. 40.000.000 juta dibelikan kambing sedangkan sisanya dibelikan lahan sekaligus pembelian bibit kelapa sawit dan biaya pengerjaan lahan tersebut.

“Menunggukan hasil dari sawit, di lahan itu juga bisa ditanami tanaman palawija,” imbuh Junaidi. (Joko W).