Dalam Hitungan 15 Menit, Rumah Legimen Ludes Dilalap Si Jago Merah di Bilah Hilir

Dalam Hitungan 15 Menit, Rumah Legimen Ludes Dilalap Si Jago Merah di Bilah Hilir

Foto: Camat Bilah Hilir, Bangun Siregar S. Pd dan Kepala Desa Sei Kaseh, Sugimanto S. Pd sedang Meminta Penjelasan dari Legimen dan istrinya, Minggu (6/10)/(Joko W. Erlambang)

Sipayo.com – Tatapannya nanar. Suara ratapan dan isak  tangis tidak tertahankan lagi. Legimen (58) warga Dusun Kampung Dalam, Desa Sei kaseh, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu itu hanya bisa berdiri tegak dengan lelehan air mata di pipinya yang sudah keriput. Ia menatap rumahnya yang telah menjadi kayu arang dilalap si jago merah, Minggu (6/10).

Sementara istrinya, Rusmayanti (55), melihat rumahnya yang habis ludes terbakar tak mampu menahan tangisnya.

Keduanya tidak ada di tempat ketika rumah mereka ludes terbakar. Barang perabotan seperti televisi dan tempat tidur, lemari dan pakaian tidak ada yang terselamatkan. Sepeda tua miliknya yang digunakan untuk bekerja mengupah mengangkat sayuran dan buah-buahan juga terbakar.

Menurut saksi mata, Mugi (32) yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban, mengetahui rumah itu terbakar karena jeritan istrinya dan langsung keluar dari rumahnya.

“Istri saya yang pertama melihat dan berteriak ada kebakaran. Lalu terdengar suara ledakan dari dalam rumah. Dalam hitungan 15 menit rumah itu habis ludes terbakar,” kata Mugi kepada Sipayo.com.

Sementara itu pengakuan Legimen menuturkan, saat itu dirinya sedang bekerja mengupah memacul ladang orang. Sedangkan istrinya sedang jualan pisang molen di dusun kampung baru 1 di tempat orang yang sedang mengadakan hajatan pesta.

“Saya dijemput oleh warga ke tempat saya bekerja. Diberitahukan rumah saya terbakar. Saya pulang rumah saya sudah ludes terbakar,” terang Legimen sambil menagis terisak.

Camat Bilah Hilir Bangun Siregar S.Pd di dampingi Kepala Desa Sei Kaseh Sugimanto S. Pd mengatakan secepatnya akan segera menyurati Bupati Labuhanbatu dan Dinas Sosial agar warganya dapat bantuan dari pemerintah.

“Bantuan dari masyarakat desa ini juga sudah kita galang. Para kepala dusun mulai mengutip sumbangan dari warga ,” sebut Sugimanto.

Ditanya  ada tidak sumbangan pribadi dari camat dan kepala desa dan berapa besarannya, Bangun mengatakan pastinya ada bantuan pribadi dari camat dan kepala desa.

“Pasti adalah bantuan pribadi dari kita. Tetapi nominalnya jangan ditulis. Biar  Tuhan dan stafnya yang tahu,” imbuh Bangun seraya berkelakar. (Joko W. Erlambang)